Home > Ragam Berita > Internasional > Heboh, Pelacur Di China Menyamar Sebagai Qiao Shengyi Agar Bisa Dibooking Mahal

Heboh, Pelacur Di China Menyamar Sebagai Qiao Shengyi Agar Bisa Dibooking Mahal

Shenzhen – Ada-ada saja ulah PSK di Tiongkok untuk menjerat pria hidung belang, dimana mereka menyamar menjadi selebriti untuk menambah nilai jual. Modus tersebut baru saja dibongkar oleh kepolisian di Shenzhen. Parahnya lagi, ternyata jaringan prostitusi ini sudah cukup besar.

Heboh, Pelacur Di China Menyamar Sebagai Qiao Shengyi Agar Bisa Dibooking Mahal

Seperti dilansir dari Mirror, Kamis (14/1/2016), jaringan prostitusi berbasis online ini membuat identitas palsu untuk para PSK mereka guna meningkatkan nilai jual dan minat dari pria hidung belang. Bahkan ada beberapa PSK yang rela operasi plastik agar memiliki wajah seperti selebriti yang mereka tiru.

Salah satu PSK yang diamankan petugas kepolisian bahkan menyamar menjadi seorang model yang sudah terkenal di dunia internasional, Qiao Shengyi. Qiao sendiri merupakan seorang model yang telah memenangkan kontes model di Las Vegas, Amerika Serikat.

Untuk meyakinkan pelanggannya, jaringan prostitusi ini juga menyertakan artike serta foto dari Qiao Shengyi di halaman situsnya.

Namun akhirnya perjalanan bisnis esek-esek tipu-tipi ini berakhir sudah ketika kepolisian berhasil membongkar dan mengamankan para PSK beserta kelompok yang menjalankan jaringan bisnis prostitusi via online tersebut. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Roket Falcon 9 Milik SpaceX Telah Diluncurkan

Roket Falcon 9 Milik SpaceX Telah Diluncurkan

Wasshington – Roket Falcon 9 milik SpaceX telah diluncurkan ke angkasa pada. Peluncuran roket kedua ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis