Home > Ragam Berita > Nasional > Wanita Ini Memilih Hengkang dari Gafatar Saat Diminta Untuk Menanggalkan Hijab

Wanita Ini Memilih Hengkang dari Gafatar Saat Diminta Untuk Menanggalkan Hijab

Jakarta – Satu keluarga yang berasal dari Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, disinyalir telah aktif mengikuti kegiatan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Namun kemudian, salah seorang anggota keluarga tersebut memutuskan keluar dari organisasi tersebut karena perintah-perintahnya yang sudah mulai “ngawur”.

Wanita Ini Memilih Hengkang dari Gafatar Saat Diminta Untuk Menanggalkan Hijab

A Besse menunjukkan anggota keluarganya yang menghilang bersama Gafatar
(sumber: Tribunnews.com)

Dilansir dari Tribunnews, Minggu (17/1/2016), anggota keluarga tersebut merupakan seorang wanita bernama A Besse. Ia kemudian membagikan ceritanya ketika masih berhubungan dengan Gafatar.

“Saya sempat bergabung di Gafatar karena diajak adik saya dan yang membuat saya tertarik karena banyak kegiatan-kegiatan sosialnya seperti acara donor darah,” ungkap A Besse, Rabu (13/1/2016).

Besse memutuskan untuk keluar dari Gafatar setelah ia menghadiri acara deklarasi Gafatar di Gedung CCC Makassar. Dalam event itu, ia diminta untuk melepaskan hijabnya.

Selain itu, Besse semakin mantap keluar dari Gafatar setelah mengetahui adanya seruan yang tidak mewajibkan anggota untuk menunaikan ibadah sholat dan puasa.

Besse mengungkapkan lagi bahwa tiga anggota keluarganya yang mengikuti Gafatar adalah, sang adik, A Muliani, kemudian suami Muliani, Burhan Faikal, dan anak mereka Alexandra Abriana yang baru berusia satu tahun lebih. Saat ini, ketiganya telah menghilang untuk mengikuti kegiatan Gafatar yang entah sedang bergerak kemana.

Sebelum menghilang, lanjut Besse, Muliani menduduki jabatan sebagai bendahara Gafatar di Palopo. Sementara itu, sang suami menjabat sebagai ketua untuk Gafatar cabang Kendari. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

JK Menilai Pidato "Pribumi" Anies Tak Diskriminatif

JK Menilai Pidato “Pribumi” Anies Tak Diskriminatif

Jakarta – Jika Presiden Jokowi enggan menanggapi perihal pidato Anies, berbeda dengan Wakil Presiden Jusuf ...