Home > Ragam Berita > Nasional > Teroris Telah Ber-metamorfosis, Tak Lagi Cingkrang dan Berjanggut

Teroris Telah Ber-metamorfosis, Tak Lagi Cingkrang dan Berjanggut

Jakarta – Serangan teror dan bom yang menghantam mall Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1/2016) lalu, menyisakan beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah, jika pelaku terorisme tersebut terkait dengan jaringan Islam radikal atau bahkan kelompok ISIS, mengapa penampilan para pelaku sangat berbeda dengan stereotipe yang selama ini beredar di benak masyarakat?
Teroris Telah Ber-metamorfosis, Tak Lagi Cingkrang dan Berjanggut
Telah diketahui bersama bahwa para pelaku terorisme itu tidak berpenampilan ala “jihadis normal”, yakni berjenggot dan bercelana cingkrang. Mereka malah berpakaian cukup trendi dan kekinian, yakni menggunakan topi Nike, t-shirt, celana jeans, dan sepatu. Penampilan ini sangat berbeda dengan para pelaku Bom Bali I dan II, yang masih berpenampilan layaknya seorang penganut Islam garis keras pada umumnya.

Dari pengamatan harian Indo, Minggu (17/1/2016), metamorfosis penampilan ini sebenarnya sah-sah saja dilakukan, terutama bila tujuannya adalah untuk penyamaran, kamuflase, dan sejenisnya. Dengan mengubah penampilannya menjadi seperti orang kebanyakan, tentunya para pelaku teroris bisa dengan mudah menyusup di tengah masyakarat.

Indonesia sendiri bisa dikatakan masih beruntung. Pelaku serangan teror di Sarinah ternyata tidak bisa menjalankan misinya secara profesional. Mereka terlihat gugup ketika adu tembak, lalu dengan konyol menantang kepungan petugas kepolisian hanya dengan bermodalkan sebuah pistol (bukan senapan laras panjang), dan kemudian melakukan bom bunuh diri ketika sudah terdesak, tanpa adanya kerusakan yang signifikan.

Bayangkan saja bila para pelaku, yang sudah menyamar dan membaur dengan masyarakat, berniat untuk melancarkann aksi yang lebih dahsyat lagi, misalnya dengan meledakkan bom high explosive di tengah kerumunan warga. Tentunya, hal ini bisa menjadi satu mimpi buruk yang jauh lebih mengerikan daripada kejadian di Sarinah itu.

Dalam kondisi yang demikian ini, langkah preventif yang paling sederhana untuk dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan, baik dari penegak hukum, intelijen, maupun masyarakat sendiri. Pemeriksaan terhadap orang-orang yang terlihat mencurigakan harus rajin dilakukan. Masyarakat pun harus bersedia untuk berpartisipasi, misalnya dengan tidak tersinggung bila dirinya digeledah oleh petugas keamanan. Toh, bila dirinya benar-benar “bersih”, tentunya tidak ada masalah. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Bawa Bendera Save Palestina, Ibu-ibu Penolak Ahok Larang Pewarta Mengambil Foto

Bawa Bendera Save Palestina, Ibu-ibu Penolak Ahok Larang Pewarta Mengambil Foto

Jakarta – Sekelompok massa kontra Ahok terpaksa haraus berjalan memutar ke titik kumpul, bagian selatan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis