Home > Ragam Berita > Nasional > Tampil Dengan Hijab, Wanita Non Muslim Ini Memutuskan Menjadi Mualaf

Tampil Dengan Hijab, Wanita Non Muslim Ini Memutuskan Menjadi Mualaf

Pasuruan – Radoslava Baratova (30), wanita asal Slovakia, mengaku jatuh cinta kepada Islam sehingga ia memutuskan menjadi seorang muallaf. Radoslava pun mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Islah, Dusun Kemranggeng, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Sabtu, 16/1/2016).

Tampil Dengan Hijab, Wanita Non Muslim Ini Memutuskan Menjadi Mualaf

Puluhan warga setempat pun memenuhi masjid yang menjadi tempat Radoslava mengucapkan dua kalimat syahadat yang dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB.

Dr Moch Nasir, tokoh pendidikan Kabupaten Pasuruan, sekaligus kepala Badan Litbang dan Diklat Kabupaten Pasuruan menuntun pengucapan dua kalimat syahadat tersebut. Tiga orang lainnya yakni, KH Mansyur Machfudz, Gatot Sudarmanto dan Ust Achmad Mundzir, bertugas menjadi saksi.

Radoslava sendiri menirukan dua kalimat syahadat dengan terbata-bata sampai diulang sebanyak tiga kali. Setelah yang ketiga, takbir pun berkumandang. Hingga membuat suasana begitu mengharukan. Bahkan, tak sedikit warga dan undangan yang meneteskan air mata.

“Alhamdulillah prosesi pembacaan ikrar berlangsung lancar. Sebagai seorang muslim, tentunya kami bangga dan senang punya saudara seiman yang baru. Ia orang luar, masuk Islam tanpa ada paksaan. Memang permintaan dari yang bersangkutan,” beber Nasir, panggilan akrabnya.

“Islam bukan teroris, tapi menjunjung tinggi perdamaian. Bahkan antiteroris, ini harus dimengerti. Khususnya bagi seorang muallaf,” pesan Nasir kepada Radoslava.

Radoslava sendiri menuturkan alasannya memeluk Islam kepada wartawan yang hadir.

“Ada yang beda tentang Islam yang saya pelajari selama di Indonesia. Khususnya Bali, tempat yang selama ini sering saya datangi. Akhirnya saya tertarik dan muncul keinginan kuat menjadi muslim,” ucap penggiat masyarakat, sekaligus wiraswasta ini.

“Alasan lainnya adalah, ingin mengikuti agama calon suami. Sebab suami akan menjadi imam saya nanti,” terangnya tersenyum didampingi sang suami yang merupakan warga setempat, Satrio.

Satrio pun mengaku terharu dengan keputusan calon istrinya itu untuk memeluk agama yang dianutnya.

“Dia memutuskan sendiri, tanpa paksaan dari siapa pun, termasuk saya. Doakan rencana kami berdua menikah akan berjalan lancar dan segera terealisasi,” katanya diamini Radoslava. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Sandiaga Uno Sebut Jumlah Penerima KJP Terlalu Banyak

Sandiaga Uno Sebut Jumlah Penerima KJP Terlalu Banyak

Jakarta – Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno, menilai selama ini penyebaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) ...