Home > Ragam Berita > Nasional > Anggota Gafatar Seharusnya Tak Diperlakukan Secara Kasar Dan Membabi Buta

Anggota Gafatar Seharusnya Tak Diperlakukan Secara Kasar Dan Membabi Buta

Jakarta – Tindakan penyerangan, pengusiran, dan pembakaran pemukiman Gafatar oleh warga sekitar yang terjadi beberapa hari kemarin tampaknya disesali oleh banyak pihak, salah satunya adalah Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Prof Azyumardi Azra.

Anggota Gafatar Seharusnya Tak Diperlakukan Secara Kasar Dan Membabi Buta

Seperti saat berbicara dengan wartawan di Kawasan Jakarta, Kamis (21/1/2016), Azyumardi Azra mengatakan bahwa masyarakat seharusnya bisa untuk bersikap persuasif dan tidak main hakim sendiri. Mantan rektor Universitas Islam Negeri Jakarta ini menambahkan bahwa tindakan yang sudah menjurus anarkis itu akan dapat menghasilkan sebuah polemik baru.

Azyumardi menuturkan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Dia menambahkan bahwa ketidaktanggapan dari pemerintah terkait masalah ini pada akhirnya membuat masyarakat mengambil keputusan sendiri dengan mengepung, mengusir, dan membakar pemukiman tempat berkumpulnya para penganut gafatar itu.

Azyumardi mengungkapkan bahwa MUI telah menyesalkan terjadinya aksi anarkis itu dan dirinya menambahkan bahwa beberapa mantan anggota Gafatar berada di Kalimantan Barat hanya untuk bertani. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

DPR Memastikan Aksi Bom Bunuh Diri Adalah Tindakan Pengecut

DPR Memastikan Aksi Bom Bunuh Diri Adalah Tindakan Pengecut

Jakarta – Teror bom bunuh diri yang mengguncang kawasan Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017) ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis