Home > Ragam Berita > Internasional > Hanya Karena Berhijab, Wartawan Muslim Ini Dilarang Melakukan Liputan

Hanya Karena Berhijab, Wartawan Muslim Ini Dilarang Melakukan Liputan

Brussels – Diskriminasi terhadap umat muslim masih kerap terjadi di Eropa, bahkan di tingkat parlemen sekalipun. Seperti yang baru saja dialami oleh seorang wartawan Anadolu Agency yang melapor bahwa dirinya dilarang melakukan liputan di Parlemen Eropa karena dirinya mengenakan hijab.

Hanya Karena Berhijab, Wartawan Muslim Ini Dilarang Melakukan Liputan

Seperti dilansir dari Anadolu, Jumat (22/1/2016), kejadian tersebut dialami wartawan berhijab itu pada Rabu (20/1) lalu, dimana Parlemen Eropa melarangnya meliput karena tidak mau melepas hijab untuk keperluan foto identitas.

Mendengar insiden tersebut, juru bicara Komisi Eropa Margaritis Schinas mengaku terkejut. “Saya kaget mendengar insiden ini, saya yakin ada penjelasan di balik hal ini,” ungkap Schinas.

Menurut penuturannya, Komisi Eropa tidak memiliki aturan khusus untuk memperlakukan jurnalis berhijab, namun ia kurang paham bila Parlemen Uni Eropa memiiki aturan yang berbeda.


Baca juga:

Enam Orang Tewas dalam Ledakan di Dekat Piramida Giza, Mesir

Sebelumnya wartawan berhijab Anadolu Agency bertugas meliput sidang Parlemen Eropa yang dihadiri oleh Menteri Turki untuk Uni Eropa, Volkan Bozkir. Namun karena insiden ini, ia tidak diperbolehkan untuk meliput sidang tersebut. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Hari Ini Taiwan Akan Tentukan Nasib Pernikahan Kaum LGBT

Hari Ini Taiwan Akan Tentukan Nasib Pernikahan Kaum LGBT

Taiwan – Pengadilan Taiwan hari ini, Rabu (24/5/2017) akan mengadakan sidang dan memutuskan apakah akan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis