Home > Ragam Berita > Nasional > Mengaku Sebagai Nabi Penerus Muhammad, Ahmad Musadeq Terancam Penjara 5 Tahun

Mengaku Sebagai Nabi Penerus Muhammad, Ahmad Musadeq Terancam Penjara 5 Tahun

Jakarta – Ahmad Musadeq, tokoh Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dilaporkan akan segera dipenjara selama 5 tahun.

Mengaku Sebagai Nabi Penerus Muhammad, Ahmad Musadeq Terancam Penjara 5 Tahun

Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) telah menyelesaikan investigasi terkait dengan ideologi yang dipegang oleh Gafatar.

Lembaga bentuka Ahmad Musadeq tersebut pun terbukti menyimpang dari ajaran pokok Islam.

Rencananya, hasil investigasi tersebut akan menjadi rekomendasi bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menganalisa Gafatar. Selanjutnya, pimpinan MUI dapat mengeluarkan fatwa yang melarang Gafatar. Fatwa MUI tersebut diharapkan keluar paling lambat akhir bulan ini.

Ketua Bakorpakem yang juga Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Adi Toegarisman menegaskan jika korpakem telah mengeluarkan lima poin yang terkait dengan Gafatar

Di antaranya, Gafatar, yang menyatakan diri sebagai ormas, ternyata telah menjalankan kegiatan agama yang terbukti sesat.

“Kami minta MUI menerbitkan fatwa terhadap Gafatar. Harapannya, dalam fatwa itu Gafatar disebut menyimpang dari ajaran agama pokok, Islam,” kata Adi setelah memimpin rapat Bakorpakem di gedung Kejagung kemarin (Kamis, 21/1/2016). (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Asalkan Berjalan Tertib, Asrul Sani Tegaskan Aksi 313 Tidak Usah Dipermasalahkan

Asalkan Berjalan Tertib, Asrul Sani Tegaskan Aksi 313 Tidak Usah Dipermasalahkan

Jakarta – Front Umat Islam (FUI) berencana menggelar aksi guna menuntut terdakwa kasus dugaan penodaan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis