Home > Ragam Berita > Internasional > Garry Kasparov Mengecam Fatwa Haram Catur Oleh Ulama Arab Saudi

Garry Kasparov Mengecam Fatwa Haram Catur Oleh Ulama Arab Saudi

Riyadh – Belum lama ini fatwa haram bermain catur yang dikeluarkan oleh ulama besar Arab Saudi menjadi topik yang dibahas di media sosial.

Garry Kasparov Mengecam Fatwa Haram Catur Oleh Ulama Arab Saudi

Seperti dilansir dari AFP, Sabtu (23/1/2016), adalah ulama besar Sheikh Abdulaziz al-Sheikh yang mengungkapkan bahwa carut merupakan jenis permainan haram yang harus dihindari.

“Catur itu haram, sama saja dengan judi. Permainan ini hanya membuang-buang waktu dan uang,” ungkap Sheikh.

Fatwa haram tersebut telah beredar sejak akhir tahun 2015. Namun setelah tersebar luas, fatwa haram ini langsung menimbulkan kontroversi, sebab banyak pihak yang pro maupun kontra. Salah satu kecaman keras dilontarkan oleh Garry Kasparov, mantan juara dunia catur asal Rusia.


Baca juga:

Jemaah Ahmadiyah Menolak Tudingan Menganut Ajaran Sesat

Inilah Video Pernyataan Al Sheikh Yang Mengharamkan Permainan Catur Di Arab

Menurut Kasparov, diharamkannya catur oleh ulama besar Arab Saudi merupakan hal yang menggelikan.

“Pelarangan catur oleh Arab Saudi tentu menggelikan. Namun kita harus lebih memberi perhatian kepada pelanggaran HAM dan demokrasi di sana,” cuit Kasparov di akun Twitter pribadinya. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Terkait Rencana Penghancuran Misil Syria, Dubes Israel Dipanggil Otoritas Rusia

Terkait Rencana Penghancuran Misil Syria, Dubes Israel Dipanggil Otoritas Rusia

Moskow – Ancaman Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman untuk menghancurkan sistem pertahanan misil Syria jika ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis