Home > Teknologi > Sains > Tangan Robot Buatan Perusahaan Asal Kanada Ini Jauh Lebih Canggih Dibanding “Iron Man” Bali

Tangan Robot Buatan Perusahaan Asal Kanada Ini Jauh Lebih Canggih Dibanding “Iron Man” Bali

Jakarta – Belakangan ini, publik Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan mengenai “Iron Man” asal Bali. Seorang pria tukang las berhasil membuat tangan robot untuk membantu pergerakan tangan kirinya yang lumpuh akibat stroke. Tangan robot yang dibuat dengan material bekas itu konon digerakkan dengan kekuatan pikiran atau gelombang otak.

Tangan Robot Buatan Perusahaan Asal Kanada Ini Jauh Lebih Canggih Dibanding "Iron Man" Bali

(sumber: Johns Hopkins University)

Di tengah perdebatan mengenai hoax tidaknya berita itu, muncul sebuah kabar mengenai satu inovasi teknologi serupa yang berasal dari luar negeri. Inovasi tersebut juga merupakan tangan buatan yang digerakkan dengan pikiran alias otak.

Dari penelusuran Harian Indo, Minggu (24/1/2016), alat tersebut dikembangkan oleh Johns Hopkins University dan ThalmicLabs, perusahaan robotika asal Kanada. Tangan robot dengan kendali pikiran ini diaplikasikan terhadap seorang pria yang tangan kehilangan tangan kirinya.

Pria yang menjadi subyek penelitian itu bernama Johnny Matheny. Ia kehilangan lengannya karena harus diamputasi akibat kanker yang menggerogotinya di tahun 2008 silam. Dengan tangan palsu berteknologi canggih ini, Matheny sudah mulai bisa melakukan beberapa aktivitas ringan seperti mengambil benda dan memindahkannya ke tempat lain, dan sejenisnya.

Berbeda dengan “Iron Man” Bali yang tangan robotnya penuh dengan engsel dan kabel, pengiriman perintah dan sinyal yang diterapkan di tangan ini sudah menggunakan dukungan teknologi nirkabel. Dengan menggunakan dukungan produk ThalmicLabs lainnya, yakni Myo Gesture Control Armband (semacam alat kendali wireless yang digelangkan di pergelangan tangan), tangan robot ini bisa bergerak tanpa perlu menggunakan mekanisme kabel yang “ribet”, sehingga dihasilkan satu desain yang ringkas namun tetap ergonomis.

Adapun teknologi ini masih belum sempurna 100 persen, dan dibutuhkan beberapa waktu lagi untuk bisa menyelesaikannya. Namun demikian, hal ini merupakan salah satu terobosan besar di dunia robotika dan ortotik prostetik, atau dunia pembuatan alat bantu bagi orang-orang yang kehilangan anggota gerak tubuh atau kelumpuhan.

(Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Sinar Kosmik Jadi Masalah Utama Dalam Perjalanan ke Mars

Sinar Kosmik Jadi Masalah Utama Dalam Perjalanan ke Mars

Jakarta – Melakukan perjalan ke luar angkasa mungkin bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Tak hanya ...