Home > Ragam Berita > Internasional > Larangan Memakai Hijab Masih Menjadi Kecemasan Pelajar Muslimah Di Inggris

Larangan Memakai Hijab Masih Menjadi Kecemasan Pelajar Muslimah Di Inggris

London – Perdana Menteri Inggris, David Cameron, telah mewajibkan para muslimah Inggris untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Hal tersebut pun membuat khawatir seorang pelajar kelas 3 sekolah dasar di London bernama Sadiya Rahman karena sang ibu berbicara dalam bahasa Ugur di rumah.

Larangan Memakai Hijab Masih Menjadi Kecemasan Pelajar Muslimah Di Inggris

“Kami takut memikirkan mereka akan membawa pergi Ibu kami,” tulis Rahman dalam suratnya (Rabu, 27/1/2016).

Rahman menceritakan jika sang ibu saat ini tengah menjalani pendidikan Sastra Inggris, tetapi di rumah ia bicara dalam kalimat-kalimat Urdu karena ia ingin keluarganya mempelajari bahasa nenek moyangnya itu. Aksen ibu Rahman ketika menggunakan bahasa inggris, tulis Rahman, terdengar lucu. Ibunya pun tidak menyukainya.

Kekhawatiran Rahman berikutnya adalah ketika Cameron melarang para muslimah mengenakan hijab di kemudian hari. Gadis yang bercita-cita sebagai ilmuwan ini akan merasa sangat sedih apabila dipaksa melepaskan penutup kepalanya.

Saya ingin menunjukkan pada mereka bahwa Muslim itu baik. Tentu ada beberapa Muslim yang jahat, tetapi bukankah orang jahat itu di mana-mana?” Rahman menjelaskan lewat tulisannya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Terdengar Suara Tembakan Senjata Otomatis di Dekat Istana Raja Salman, Percobaan Kudeta?

Terdengar Suara Tembakan Senjata Otomatis di Dekat Istana Raja Salman, Percobaan Kudeta?

Riyadh – Warga Arab Saudi di sekitar kediaman Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, dikejutkan ...