Home > Ragam Berita > Nasional > Kisah Gadis ABG yang Rela Tubuhnya Dinikmati Pria Demi Bisa Beli Smartphone

Kisah Gadis ABG yang Rela Tubuhnya Dinikmati Pria Demi Bisa Beli Smartphone

Manado – Pada sekitar Juni 2015 lalu, warga Manado dikejutkan dengan kasus perdagangan manusia dan eksploitasi seksual yang melibatkan anak di bawah umum. Diberitakan bahwa dua remaja putri atau ABG rela menjajakan tubuhnya hanya untuk mendapatkan uang agar bisa membeli smartphone mahal.
Kisah Gadis ABG yang Rela Tubuhnya Dinikmati Pria Demi Bisa Beli Smartphone
Katimsus Resmob anti bandit dit reskrimum Polda Sulut, Ipda Fandy Ba’u, menuturkan bahwa pada Sabtu (20/6/2015) silam sekitar pukul 00.15 Wita, petugas menangkap seorang tersangka bernama Imon alias IJ, seorang warga Komplek Dolok, Perum Kharisma Malalayang.

Imon ditangkap karena diduga akan melakukan transaksi prostitusi di Hotel Teratai Malalayang. Pria 27 tahun ini pun dikeler ke Mapolda Sulut.

Bersama Imon, ikut diamankan pula dua remaja wanita yang hendak “dijualnya”. Satu remaja masih duduk di bangku SMA, sementara remaja lainnya baru saja kuliah.

Imon mengaku sudah satu tahun terakhir mengenal dua remaja wanita tersebut.

“Selama satu tahun saya berteman, sebelum ditangkap kami makan dan minum, kemudian membujuk dan menawar mereka menjajakan diri (bermain dengan tamu),” demikian pengakuan Imon, seperti dilansir dari Tribunnews, Rabu (26/1/2016).

Imon pun mengaku bahwa kedua korban memang sudah bersedia untuk bekerja sebagai penjaja kenikmatan. Bahkan, mereka menyerahkan kepada Imon seluruh urusan pembookingan dan sejenisnya.

“Kalau ada pelanggan, saya tinggal telepon dan menjemput mereka kemudian membawa ke hotel di mana telah dipesan oleh pelanggan,” terang Imon.

Adapun kedua remaja wanita yang rela menjual diri tersebut antara lain Rika alias EL (15) dan Kris alias KW (17). Kepada petugas, EL memberikan pengakuan yang cukup membuat miris. Ia rela menjual diri hanya untuk membeli gadget-gadget terkini.

“Melihat teman-teman memegang gadget mahal, jadi yaa begini mungkin bisa membelinya,” aku EL.

Dirkrimum Polda Sulut, AKBP Pitra Ratulangi, menuturkan bahwa bersama dengan tersangka dan dua korban itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

“Kami amankan barang bukti uang tunai Rp 700.000, satu buah hp, satu unit sepeda motor jenis Jupiter hitam yang digunakan menjemput kedua perempuan ke hotel,” terang Ratulangi.

Ratulangi mengatakan lagi bahwa masih maraknya praktik-praktik perdagangn orang dan prostitusi semacam ini merupakan bukti kurangnya kepedulian masyarakat.

“Adanya praktik-praktik human trafficking anak di bawah umur menunjukkan kurangnya kepedulian lingkungan dan juga lemahnya pengawasan, perhatian orangtua beserta keluarga terhadap anak-anaknya,” tandasnya. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Gunung Agung Disebut Memperlihatkan Tanda-Tanda Mirip Tahun 1963

Gunung Agung Disebut Memperlihatkan Tanda-Tanda Mirip Tahun 1963

Denpasar – Aktifnya kembali Gunung Agung di Bali membuat warga yang tinggal di radius 6 ...