Home > Ragam Berita > Nasional > Dituding Rendahkan Harga Diri Wanita Emas, M Taufik Dipolisikan

Dituding Rendahkan Harga Diri Wanita Emas, M Taufik Dipolisikan

Jakarta – Wanita 39 tahun yang dijuluki wanita emas, Hasnaeni, melaporkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik, terkait dugaan kasus pencemaran nama baik dan fitnah ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Kamis (28/1/2016).

Dituding Rendahkan Harga Diri Wanita Emas, M Taufik Dipolisikan

Hasnaeni yang dikabarkan akan maju dalam pertarungan calon DKI 1 pada 2017 itu merasa telah direndahkan harga dirinya oleh M. Taufik.

“Kami datang ke Polda Metro ini untuk membuat laporan terhadap saudara Taufik, karena saya merasa saudara Taufik itu sudah merendahkan harga diri saya,” ujar Hasnaeni, di SPKT Polda Metro Jaya.

Taufik kerap menyebut Hasnaeni hanya meramaikan Pilkada saja.

“Karena beliau mengatakan bahwa saya ini, setiap ajang Pilkada, saya cuma muncul sebagai meramai-ramaikan saja. Itu statement beliau kepada saya. Jadi saya merasa beliau itu sudah merendahkan harga diri saya,” ungkapnya.

Hasnaeni pun berharap dengan adanya laporan ini, ke depannya Taufik akan berhati-hati bicara dan jangan sampai merendahkan diri orang lain.

“Mudah-mudahan ke depan jangan ada orang yang serta-merta bisa merendahkan harga diri orang lain, bisa saling menghormati dan menghargai,” katanya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Terkait Mantan Menteri Yang Anti Pancasila, Adhyaksa Dault Beri Klarifikasi

Terkait Mantan Menteri Yang Anti Pancasila, Adhyaksa Dault Beri Klarifikasi

Jakarta – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault memberikan klarifikasi terkait pernyataan Menteri Dalam ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis