Home > Ragam Berita > Internasional > Miris, Setelah Dicabuli Militan ISIS, Gadis Muda Ini Diminta Jalani Tes Keperawanan

Miris, Setelah Dicabuli Militan ISIS, Gadis Muda Ini Diminta Jalani Tes Keperawanan

Baghdad – Wanita-wanita korban penculikan ISIS di Irak ternyata kembali mendapatkan tekanan mental ketika berhasil meloloskan diri dari ISIS.

Miris, Setelah Dicabuli Militan ISIS, Gadis Muda Ini Diminta Jalani Tes Keperawanan

Setelah dijadikan budak seks oleh ISIS, wanita-wanita ini harus menjalani ters keperawanan oleh para pejabat Kurdistan Irak.

Human Rights Watch (HRW) menyebutkan jika tes keperawanan adalah bentuk penghinaan secara barbar. HRW telah yang telah mewawancarai puluhan wanita Irak korban perbudakan seksual kelompok ISIS pun menerbitkan sebuah laporan.

”Gadis-gadis menjalani prosedur kasar dan tak akurat sebagai bagian dari pemeriksaan forensik, pemeriksaan dampak perkosaan,” kata peneliti HRW untukDivisi Hak-Hak Perempuan, Rothna Begum, dalam laporan tersebut.

Begum menambahkan, ters keperawanan tersebut akan menjadi bukti pemerkosaan yang akan diputuskan oleh pengadilan Irak. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan secara definitif jika tes keperawanan atau yang dikenal dengan nama lain “tes dua jari” tidak memiliki validitas secara ilmiah.

”Mereka mendasarkan pada hal umumnya, tapi tidak akurat bahwa tidak semua perempuan dan anak gadis yang perawan memiliki hymens utuh yang berdarah pada hubungan seksual pertama kali,” ujarnya.


Baca juga:

Israel Tuding Turki Berada di Balik Aksi Teror ISIS

Inilah 17 Ulama Saudi yang Disebut Bakal Menjadi Target Pembunuhan ISIS

”Dengan demikian (tindakan) mereka tidak efektif untuk menentukan apakah seorang wanita atau gadis telah diperkosa (atau tidak),” lanjut Begum, seperti dilansir dari news.com.au (Sabtu, 30/1/2016).

Tes keperawanan tersebut menurutnya justru menambah traum para gadis Irak korban kebrutalan ISIS. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Di China Ada Aplikasi Boneka Seks Berbagi Dengan Membayar Rp 3,3 Juta

Di China Ada Aplikasi Boneka Seks Berbagi Dengan Membayar Rp 3,3 Juta

Beijing – Di China hadir sebuah inovasi terbaru berupa aplikasi boneka seks berbagi, dimana pengguna ...