Home > Hiburan > Film > Rianti Cartwright Kerap Menangis Karena Sering Mendapat Perlakuan Kasar

Rianti Cartwright Kerap Menangis Karena Sering Mendapat Perlakuan Kasar

Jakarta – Totalitas harus dijalani oleh seorang Rianti Cartwright sebagai aktris profesional. Meski harus terus menerus menerima siksaan batin dan mental, Rianti mengaku tabah.

Rianti Cartwright Kerap Menangis Karena Sering Mendapat Perlakuan Kasar

Siksaan tersebut tentunya hanya terjadi dalam cerita dari sinetron Elif versi Indonesia yang akan segera tayang di SCTV. Dalam sinetron tersebut, Rianti akan berperan sebagai karakter bernama Malika.

“Saya sebagai Malika, mamanya Elif. Sosok wanita tertindas, sakit-sakitan, pilu banget deh. Aku sih tau perannya, yang jadi tantangan itu sih harus nangis 80 persen di setiap episodenya,” ungkap Rianti (Sabtu, 30/1/2016).

Namun apakah Rianti sendiri pernah menonton serial asal Turki yang original?

“Jujur, enggak pernah nonton. Tapi pas dapat peran ini, aku cari di internet peran Malika itu seperti apa,” ungkapnya jujur.

Tuntutan peran membuat Rianti harus mengalami hal-hal kurang menyenangkan seperti dijambak ataupun didorong.

“Iya, disiksa sama Kang Derry. Ya tuntutan scene-nya kadang dijambak, didorong ya itu tuntutan peran sih. Ya bisa dibilang, karena ini gak bisa melenceng dari skripnya, nah gak boleh melenceng dari cerita aslinya,” tambahnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Dakota Johnson Tidak Suka Melihat Artis Pakai Bra dan Underwear Saat Adegan Bercinta

Dakota Johnson Tidak Suka Melihat Artis Pakai Bra dan Underwear Saat Adegan Bercinta

Jakarta – Nama aktris Dakota Johnson mulai melambung usai tampil di film drama erotis ‘Fifty ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis