Home > Ragam Berita > Nasional > Rakyat Kesulitan Beli Beras, Anggota DPR Justru Pamer Ferrari

Rakyat Kesulitan Beli Beras, Anggota DPR Justru Pamer Ferrari

Jakarta – Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Muhammad Budyatna, menyayangkan pernyataan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, yang mengatakan bahwa rakyat kecil harus belajar melakukan diet. Sebab, saat ini harga beras memang sedang tinggi dan pemerintah tak sanggup lagi menambah jatah beras miskin.
Rakyat Kesulitan Beli Beras, Anggota DPR Justru Pamer Ferrari
Menurut Budyatna, pernyataan Puan itu ia nilai tidak bertanggungjawab dan sangat menyakitkan bagi rakyat kecil.

“Rakyat susah disuruh diet, sementara dia sendiri sudah hidup senang dan punya jabatan menteri dengan gaji dan fasilitas yang banyak, masih tamak mempertahankan jabatannya di DPR kok. Pernyataan Puan ini tentu sangat-sangat menyakitkan hati rakyat, terutama hati rakyat miskin,” tutur Guru Besar FISIP UI ini.

Kepada wartawan, Sabtu (30/1/2016), Budyatna mengatakan bahwa Puan harusnya bisa mendorong pemerintah untuk terus bekerja keras agar kehidupan rakyatnya bisa segera membaik, atau minimal, bisa merasakan beras dengan harga murah dan kualiats baik.

“Ketika rakyat mengambil jatah beras miskin dan meminta agar beras miskin ditambah, dia itu seharusnya malu. Bukan malah bangga seolah pemerintah pro rakyat miskin ketika membagian beras tersebut karena kalau masih ada beras miskin dibagikan ke rakyat dan rakyat masih mengambil jatah beras yang jelek tersebut apalagi minta tambah, maka artinya pemerintahan ini gagal minimal untuk tidak menambah jumlah orang miskin,” ujar Budyatna lagi.
Rakyat Kesulitan Beli Beras, Anggota DPR Justru Pamer Ferrari
Sementara itu di lain tempat, aksi konvoi mobil Ferrari yang digelar oleh Ahmad Sahroni, selaku anggota DPR RI Komisi XI Partai Nasional Demokrat yang juga menjabat sebagai Presiden Ferrari Owners Club Indonesia, menuai kecaman dari berbagai pihak.

Salah satu kecaman itu datang dari Ketua DPP Pemuda Demokrat Indonesia, Baharudin Farawowan.

“Aksi ini bisa memicu embrio kecemburuan sosial yang tinggi dari kalangan bawah atau wong cilik, hati mereka luka. Akhirnya rakyat antipati pastinya dengan wakil rakyat di Senayan,” pungkas Baharudin. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Reklamasi Bakal Dihentikan Anies-Sandi, Luhut : Asal Sesuai Aturan

Reklamasi Bakal Dihentikan Anies-Sandi, Luhut : Asal Sesuai Aturan

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mempersilakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI ...