Home > Hiburan > Gosip > Yuki Kato Temukan Keasyikan Tersendiri Saat Belajar Logat Batak

Yuki Kato Temukan Keasyikan Tersendiri Saat Belajar Logat Batak

Jakarta – Dalam film terbaru berjudul ‘Cahaya Cinta Pesantren’, aktris cantik Yuki Kato mendapat tantangan baru yang membuatnya sempat tak bisa tidur. Perannya sebagai gadis Batak dianggap Yuki sebagai tantangan terberat, mengingat Yuki Kato sama sekali tidak memiliki darah Batak dari ibunya yang keturunan Sunda-Jawa dan ayah yang berasal dari Jepang.

Yuki Kato Temukan Keasyikan Tersendiri Saat Belajar Logat Batak

Berdasarkan info yang didapat tim Harian Indo, Minggu (31/1/2016), gara-gara perannya ini Yuki Kato akhirnya mati-matian bagaimana dialek Batak yang baik dan benar agar mendukung aktingnya tetap terlihat natural.

“Jujus, takut banget dikritik. Aku sempetin ke Medan dan tanya-tanya sama orang sana. Ternyata logat mereka juga beda-beda, banyak jenisnya,” ungkap Yuki Kato.


Baca juga:

Sederet Bintang Top Korea Ikut Nonton Konser Dimension 4 In Seoul f(x)

John Economou, Pemuda Gelandangan Yang Mendapat “Uluran Tangan” Kendall Dan Gigi Hadid

Meski dibuat frustasi, Yuki Kato masih menemukan keasyikan tersendiri saat belajar logat Batak. Karena menurutnya dengan belajar dialek Batak, dirinya juga bisa sekaligus lebih belajar tentang keanekaragaman di Indonesia. Apalagi selama ini dirinya hanya akrab dengan suasana di Jawa dan Bali. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Gara-Gara Video Ini, Ayu Ting Ting Dituding Rasis Oleh Netizen

Gara-Gara Video Ini, Ayu Ting Ting Dituding Rasis Oleh Netizen

Jakarta – Baru-baru ini, nama Ayu Ting Ting kembali menjadi perbincangan di kalangan netizen di ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis