Home > Ragam Berita > Internasional > 7 Pekerja Muslim Dipecat Karena Melaksanakan Shalat Di Luar Jam Istirahat

7 Pekerja Muslim Dipecat Karena Melaksanakan Shalat Di Luar Jam Istirahat

Winconsin – Mendirikan sholat memang paling baik dilakukan di awal waktu atau sesegera mungkin setelah mendengar suara adzan. Jadi sudah menjadi hak tiap muslim untuk menjalankan sholat tepat pada waktunya, namun hal tersebut tak diindahkan oleh sebuah perusahaan di Amerika Serikat yang dikabarkan baru saja memecat tujuh karyawan muslim karena melaksanakan sholat di luar jam istirahat.

7 Pekerja Muslim Dipecat Karena Melaksanakan Shalat Di Luar Jam Istirahat

Seperti dilansir dari New York Times, Rabu (3/2/2016), perusahaan tersebut bernama Ariens Co, yang kini digugat oleh sebuah kelompok yang membela hak-hak sipil AS. Perusahaan yang berbasis di Brillion tersebut kini menjadi sorotan media di AS dan memicu aksi protes dari puluhan pekerja yang mengancam akan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Ann Stilp selaku juru bicara Ariens Co menjelaskan terkait kasus tersebut pihak perusahaan tidak akan mengubah kebijakan dan menghormati keputusan pekerja yang ingin keluar.

“Kami berharap akan banyak karyawan yang tetap bekerja dengan kami dan menaati peraturan perusahaan. Tapi kami juga menghormati keputusan mereka yang ingin keluar,” ujar Slip.

Namun banyak pihak yang menuding bahwa perusahaan tersebut hanya ingin menyingkirkan pekerja muslim. “Seharusnya ada bentuk fleksibilitas dari perusahaan jika ingin mempertahankan pekerja, termasuk menghormati hak mereka untuk beribadah,” ungkap Jaylani Hussein selaku juru bicara COuncil on American-Islamic Relations (CAIR).


Baca juga:

Kunjungi Masjid, Obama Berbicara Tentang Cinta Umat Muslim Kepada Tuhannya

Inilah Daftar 60 Ilmuwan Dan Tokoh Penting Yang Masih Keturunan Yahudi

Sebelum ada kasus ini, awalnya pihak Ariens Co memungkinkan karyawan Muslim untuk menjalankan sholat di awal waktu dan sejenak meninggalkan pekerjaan mereka. Namun karena merasa kegiatan sholat mulai mengganggu produktivitas bekerja, pihak perusahaan akhirnya menerapkan kebijakan baru. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Terkait Rencana Penghancuran Misil Syria, Dubes Israel Dipanggil Otoritas Rusia

Terkait Rencana Penghancuran Misil Syria, Dubes Israel Dipanggil Otoritas Rusia

Moskow – Ancaman Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman untuk menghancurkan sistem pertahanan misil Syria jika ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis