Home > Ragam Berita > Nasional > Polisi Berikan Penjelasan Terkait Tudingan “Tilang Nakal” Di Cirebon

Polisi Berikan Penjelasan Terkait Tudingan “Tilang Nakal” Di Cirebon

Cirebon – Polres Cirebon mengeluarkan pernyataannya terkait tudingan pemilik akun Facebook Imron Welding yang menyoal anggota Polantas Cirebon yang menilang hanya gara-gara membawa tas besar.

Polisi Berikan Penjelasan Terkait Tudingan "Tilang Nakal" Di Cirebon

Kombes Sulistyo Pudjo Hartono selaku Kabid Humas Polda Jawa Barat mengatakan jika jajaran Polres Cirebon telah bertemu langsung dengan sang pengendara yang dikenai tilang.

“Sudah beres persoalannya, yang bersangkutan juga sudah minta maaf. Sebetulnya yang menulis itu bukan pengendaranya, tapi temannya,” kata Sulistyo melalui sambungan telepon (Rabu, 3/2/2016).

Penyebab ditilangnya pengendara tersebut ternyata karena yang bersangkutan tidak mengenakan helm, bukan karena tas yang beratnya lebih dari empat kilogram.

“Pelanggarannya itu dia tidak pakai helm, bukan karena bawa tas, makanya ditilang. Di Cirebon memang banyak pengendara sepeda motor yang tidak pakai helm. Karena pelanggaran itu, yang bersangkutan dikenakan denda (Rp 50 ribu, red),” beber Sulistyo.

Sulistyo pun menyayangkan umpatan-uympatan yang dilakukan oleh netizen terhadap kepolisian. Namun ia sudah menegaskan jika pihaknya tidak akan membawa hal tersebut ke ranah hukum.(Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Berkunjung ke Kepulauan Seribu, Djarot Lihat Kondisi Rumah Singgah Pasien

Berkunjung ke Kepulauan Seribu, Djarot Lihat Kondisi Rumah Singgah Pasien

Jakarta – Calon wakil gubernur DKI Jakarta petahana Djarot Syaiful Hidayat meninjau kondisi Rumah Singgah ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis