Home > Ragam Berita > Nasional > Komnas HAM Menantang Kepolisian untuk Mengungkap Jati Diri Ayah Mirna yang Sebenarnya

Komnas HAM Menantang Kepolisian untuk Mengungkap Jati Diri Ayah Mirna yang Sebenarnya

Jakarta – Komnas HAM mensinyalir adanya “peran” dari sang ayah, Darmawan Salihin, dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Persaingan bisnis yang cukup ketat dan kejam, yang dialami oleh sang ayah diduga telah menyeret Mirna ke tengah masalah tersebut.
Komnas HAM Menantang Kepolisian untuk Mengungkap Jati Diri Ayah Mirna yang Sebenarnya
Untuk itu, Komnas HAM meminta kepada Polda Metro Jaya untuk memeriksa Darmawan secara intensif. Komnas HAM memang mencurigai bahwa masalah yang dialami Darmawan telah merembet ke keluarganya, yang berakhir dengan tewasnya Mirna.

“Tidak mungkin pelaku dan targetnya orang biasa, apakah ada persaingan bisnis? Harusnya Darmawan jujur lah,” tutur Siane Indriani, selaku Komisioner Komnas HAM, di Menteng, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari Merdeka.com, Sabtu (6/2/2016).

Siane juga menantang polisi untuk menguak jati diri sebenarnya dari Darmawan Salihin, terutama soal bisnis yang digelutinya.

“Harus dilacak, siapa Pak Darmawan ini, bisnis apa dia, dilacak dong dia. Kalau tidak terjadi dengan Jessica polisi mau dianggap bodoh? Kalau tidak bisa ungkap, jujur saja kalau polisi enggak bisa ungkap,” ujar Siane.

Siane pun sangat menyayangkan sikap Darmawan ketika tampil di dalam acara bincang-bincang di salah satau stasiun televisi swasta nasional.

“Darmawan sering ungkap hal-hal yang tidak boleh diketahui. Puncaknya di acara ILC. Itu bentuk kehakiman yang luar biasa. Meski dia ayah dari korban, tapi kita menyayangkan kejadian terhadap Mirna. Tapi kalau subyektif dibuka akan bahaya bagi dirinya. Dia juga akan menghilangkan pelaku lain yang seharusnya ditangkap,” tandas Siane lagi. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Profesor Coppel : "Kata Pribumi Yang Digunakan Anies Aneh Dalam Tiga Hal"

Profesor Coppel : “Kata Pribumi Yang Digunakan Anies Aneh Dalam Tiga Hal”

Jakarta – Pilihan kata “Pribumi” yang digunakan Anies Baswedan dalam pidatonya yang menimbulkan polemik itu, ...