Home > Gaya Hidup > Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin : “Valentine Adalah Hari Raya Bid’ah”

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin : “Valentine Adalah Hari Raya Bid’ah”

Jakarta – Fenomena perayaan Hari Valentine memang sudah tidak asing lagi terjadi di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan lainnya. Perayaan ini pun begitu populer di kalangan anak muda, baik itu usia sekolah, sekolah, maupun yang sudah bekerja.
Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin : "Valentine Adalah Hari Raya Bid'ah"
Beberapa anak sekolahan bahkan seperti berlomba untuk merayu lawan jenisnya, memberikan bunga atau coklat, demi mendapatkan hati dan kemudian berpacaran dengannya. Berbagai himbauan dan larangan untuk merayakan “Hari Kasih Sayang” ini pun sudah banyak beredar. Namun tampaknya, larangan itu tidak bisa membendung tren yang seperti tak pernah lekang ditelah waktu tersebut.

Dari penelusuran Harian Indo, Minggu (7/2/2016), sejumlah umat Islam kemudian mulai mencari informasi mengenai bagaimana hukum merayakan Valentine’s Day. Salah satu ulama besar yang sempat membahas soal valentine adalah Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin.

“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan berikut. Pertama, ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf saleh (pendahulu kita)–semoga Allah meridhai mereka. Maka, tidak halal melakukan ritual hari raya mereka, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah, ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup) yang tampak ataupun yang tersembunyi, dan semoga meliputi kita semua dengan bimbinga-Nya,” demikian tutur Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, sebagaimana dilansir dari VOA-Islam.com, Minggu (7/2/2016).

Meski maknanya adalah hari kasih sayang, Valentine juga kerap diasosiasikan sebagai hari dimana laki-laki dan perempuan saling mengumbar nafsunya yang dilakukan atas nama cinta. Parahnya, kegiatan ini juga dilakukan oleh mereka yang belum menikah secara sah, alias masih berpacaran. Perbuatan ini kemudian dinilai sebagai perbuatan yang dilakukan oleh mereka yang “ahli neraka”.

Nab Muhammad SAW pun telah mewanti-wanti umat Islam untuk tidak mengikuti perayaan dan perbuatan yang dilakukan oleh orang kafir, apalagi perbuatan yang mengumbar nafsu semacam itu.

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR At-Tirmizi).

Informasi yang kami sampaikan di sini memang kurang. Namun demikian, hal itu sudah menggambarkan secara umum bagaimana hukum merayakan Hari Valentina dalam pandangan Islam. Semoga bermanfaat. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Memeriksa Denyut Nadi Setiap Hari Bisa Menghindarkan Stroke

Memeriksa Denyut Nadi Setiap Hari Bisa Menghindarkan Stroke

Jakarta – Meraba Nadi Sendiri atau yang disingkat dengan istilah MENARI sebaiknya dilakukan setiap hari ...