Home > Unik > Aneh > Retno Dan Rena, Pengemis Cantik Di Vihara Yang Mencuri Perhatian Netizen

Retno Dan Rena, Pengemis Cantik Di Vihara Yang Mencuri Perhatian Netizen

Jakarta – Ratusan pengemis terlihat memadati sudut-sudut halaman dari Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan untuk menunggu lembaran rupiah yang akan dibagikan pada perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ini (Senin, 8/2/2016).

Retno Dan Rena, Pengemis Cantik Di Vihara Yang Mencuri Perhatian Netizen

Wajah lusuh dan kelam dari para pengemis sangat mudah dibedakan dengan mimik ceria mereka yang dimiliki oleh mayoritas etnis Tionghoa.

Namun terdapat pemandangan ganjil yang terselip diantara salah satu kerumunan pengemis.

Terlihat dua orang wanita cantik yang ikut menunggu sedikit rejeki dari jemaat yang hadir. Kedua wanita ini bernama Retno dan Rena. Kakak beradik yang berasal dari Muara Angke, Jakarta Utara.

Namun, Retno sedikit tampak malu-malu ketika dikonfirmasi mengenai aktifitasnya. Sambil dipayungi sang Ibu, Retno justru lebih banyak mengumbar senyum ketika berbincang dengan awak media.

“Lagi enggak betah aja di rumah makanya nongkrong di sini,” ujar Retno saat dikonfirmasi.

Saat itulah, sang adik, Rena, justru malah kabur sambil tertawa. Tidak banyak yang disampaikan Retno pada saat itu. Namun dipastikan keberadaan mereka berdua cukup menarik perhatian bagi siapapun yang melintasi kerumunan pengemis di Wihara Petak Sembilan. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Bisa Perlihatkan Pantat, Celana Ini Dibandrol Rp 24 Juta

Bisa Perlihatkan Pantat, Celana Ini Dibandrol Rp 24 Juta

Jakarta – Tren mode pakaian memang selalu berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir ini, terdapat beberapa ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis