Home > Ragam Berita > Nasional > Kondisi Ibu Mujianto Yang Menjadi Korban Tewas Kejatuhan Pesawat TNI AU Sangat Memprihatinkan

Kondisi Ibu Mujianto Yang Menjadi Korban Tewas Kejatuhan Pesawat TNI AU Sangat Memprihatinkan

Malang – Proses evakuasi korban jatuhnya pesawat TNI-AU Super Tucano telah usai digelar dan dipastikan ada seorang korban tewas dalam insiden tersebut. Korban tewas bernama Ibu Erna atau Ibu Mujianto yang merupakan pemilik dari rumah yang kejatuhan pesawat produksi Brasil tersebut.

Kondisi Ibu Mujianto Yang Menjadi Korban Tewas Kejatuhan Pesawat TNI AU Sangat Memprihatinkan

Berdasar hasil penelusuran tim Harian Indo, Rabu (10/2/2016), saat proses evakuasi Ibu Mujianto ditemukan dalam keadaan yang memprihatinkan dan tak lagi bernyawa. Diduga saat kejadian Ibu Mujianto sedang memasak di dapur rumahnya yang terletak di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.

Saat kejadian jatuhnya pesawat latih tempur milik TNI-AU tersebut, suami dan anak Ibu Mujianto sedang tidak berada di rumah. Sang suami sudah berangkat kerja, sementara anaknya sedang kuliah.


Baca juga:

Video Jatuhnya Pesawat Latih TNI AU Di Pemukiman Warga Di Malang

Pesawat TNI AU Jatuh Dan Menancap Di Rumah Warga Bernama Mujianto

Selain Ibu Mujianto, ada korban lain yang merupakan anak kos di rumah tersebut. Saat ini kondisinya masih kritis dan diduga tidak akan bertahan lama. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Ngeri, Ular Piton Dibelah Perutnya Oleh Warga dan Lihat Apa Yang Ada di Dalamnya

Ngeri, Ular Piton Dibelah Perutnya Oleh Warga dan Lihat Apa Yang Ada di Dalamnya

Mamuju- Seekor ular piton dengan panjang kira-kira 5 meter yang ditemukan warga di kebun sawit ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis