Home > Ragam Berita > Nasional > Menurut Ahmad Dhani, Jadi Gubernur Harus Suka Belanja

Menurut Ahmad Dhani, Jadi Gubernur Harus Suka Belanja

Jakarta – Menanggapi kabar terkait dukungan dari PKB dan GP Ansor untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta, musisi Ahmad Dhani menyebut dirinya telah memenuhi salah satu kriteria untuk menjadi seorang kepala daerah, yakni gemar belanja.

Menurut Ahmad Dhani, Jadi Gubernur Harus Suka Belanja

Berdasar informasi yang dihimpun tim Harian Indo, Kamis (11/2/2016), kriteria gemar belanja yang dimaksud pentolan band Dewa 19 ini terkait dengan tingkat penyerapan APBD DKI Jakarta. Pasalnya, selama dua tahun terakhir ini penyerapan dana anggaran di Jakarta memang tergolong rendah.

“Untuk jadi gubernur diperlukan orang yang suka belanja. Saya cocok, soalnya saya suka belanja,” ungkap Ahmad Dhani saat dijumpai awak media di rumahnya, Rabu (10/2) kemarin.


Baca juga:

GP Ansor Dikabarkan Dorong Ahmad Dhani Untuk Jadi Penantang Ahok Di Pilgub 2017

Batal Dengan Nikita Mirzani, Ahmad Dhani ‚ÄúBooking‚ÄĚ Zaskia Gotik

Menurut Dhani, jika seseorang gemar belanja maka tentunya dana anggaran akan dialokasikan secara tepat sasaran. Seandainya Jakarta memiliki sosok gubernur seperti itu, ia yakin penyerapan dana anggaran akan tinggi.

“Enggak mungkin tidak terserap. Simpel kan, namanya APBD, yang harus digunakan buat belanja,” pungkas suami Mulan Jameela tersebut. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Benarkah Ada Sanksi Bagi Kader Golkar yang Inginkan Munaslub ?

Benarkah Ada Sanksi Bagi Kader Golkar yang Inginkan Munaslub ?

Jakarta – Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) menginginkan adanya musyawarah nasional luar biasa (Munaslub), jika ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis