Home > Ragam Berita > Nasional > Kakek Akiong, Pria Tua yang Hampir Tiap Hari Kunjungi Lokalisasi Kalijodo

Kakek Akiong, Pria Tua yang Hampir Tiap Hari Kunjungi Lokalisasi Kalijodo

Jakarta – Di balik hingar-bingarnya bisnis prostitusi, perjudian, dan hiburan malam di kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, terdapat satu kisah yang unik dan menarik. Kisha tersebut adalah tentang seorang lansia bernama Kakek Akiong.
Kakek Akiong, Pria Tua yang Hampir Tiap Hari Kunjungi Lokalisasi Kalijodo
Dari penelusuran Harian Indo, Jumat (12/2/2016), kakek Akiong merupakan seorang pria berusia 80 tahun yang sering terlihat di kawasan Kalijodo. Ia bahkan telah menjadi pelanggan tetap di beberapa rumah bordil di lokalisasi legendaris itu.

Sebelum mulai “jajan”, kakek Akiong kerap mampir ke sebuah warung kopi untuk memesan secangkir kopi hitam. Di sini, ia kerap mentraktir minuman ringan seperti kopi, teh, es jeruk, dan sejenisnya, yang dipesan oleh sejumlah perempuan pekerja seks komersial (PSK). Setelah menghabiskan kopinya itu, kakek Akiong kemudian memasuki salah satu rumah bordil.

Menurut salah satu pemilik warung, banyak perempuan yang berebut untuk dibooking oleh si kakek. Sebab, kakek Akiong tidak melakukan apa-apa terhadap perempuan tersebut meski tetap membayar sebesar Rp 150 ribu.

“Banyak yang mau sama dia. Orang enggak ngapa-ngapain kok, lalu dikasih Rp 150.000,” terang pemilik warung.

Tak ada yang tahu identitas asli dari sang kakek. Selama ini, para PSK dan warga sekitar Kalijodo hanya memanggilnya sebagai kakek Akiong.

Warga setempat pun mengetahui usia si kakek setelah bertanya ke anak Akiong yang kerap menjemputnya setelah ia puas ber-kongkow kongkow di skeitar Kalijodo.

Menurut pemilik warung yang namanya tak mau dipublikasikan tadi, Akiong merupakan salah satu pelanggan dan customer paling lama dan setia di Kalijodo. Ia sudah sering main-main ke “red light district” ini sejak masih muda.

Akiong pun disebut-sebut bekerja sebagai seorang pengusaha yang memiliki sejumlah toko kelontong. Setelah istrinya meninggal dunia, ia semakin sering mendatangi Kalijodo. Kebiasaan itu tak berubah setelah dirinya menjual tiga rumah miliknya dan dititipkan oleh sang anak ke sebuah panti jompo di Jakarta Barat.

Saking nyamannya nongkrong di Kalijodo, kakek Akiong datang hampir tiap hari dan terkadang sampai dua kali dalam sehari.

“Pagi dia datang, terus kadang pulang, lalu nanti sore dia bisa datang lagi,” tandas pemilik warung. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Dilaporkan Sejumlah Pihak, Habib Rizieq Ajak Dialog Secara Kekeluargaan

Dilaporkan Sejumlah Pihak, Habib Rizieq Ajak Dialog Secara Kekeluargaan

Jakarta – Permasalahan hukum yang tengah membelit Pimpinan Forum Pembela Islam (FPI) Rizieq‎ Syihab diharapkan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis