Home > Ragam Berita > Internasional > Pemerintah Arab Saudi Butuh Waktu Untuk Memberikan Izin Menyetir Bagi Perempuan

Pemerintah Arab Saudi Butuh Waktu Untuk Memberikan Izin Menyetir Bagi Perempuan

Munich – Arab Saudi merupkan salah satu negara yang tak mengiznkan warganya yang berjenis kelamin wanita untuk mengendarai mobil. Pelarangan itu sudah terjadi pada zaman dahulu dan butuh waktu yang belum bisa ditentukan untuk dapat memperbolehkan wanita di negaranya untuk mengemudikan kendaraan roda empat.

Pemerintah Arab Saudi Butuh Waktu Untuk Memberikan Izin Menyetir Bagi Perempuan

Seperti saat berbicara kepada khalayak pada Konferensi Keamanan Munich, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, mengatakan bahwa ketika datang isu terkait mengemudi perempuan maka in bukan lagi masalah agama melainkan masalah sosial.

Seperti yang dikutip Arabnews, Sabtu (13/2/2016), Al-Jubeir menyatakan bahwa pemerintah Arab Saudi mulai memperlonggar kepada wanita saat tidak ada sekolah untuk perempuan di tahun 1960 untuk pendidikan universal namun kini bisa dilihat hampir 55% ahasiswa di Arab Saudi adalah wanita.

Oleh karena itu, Menlu tersebut mengatakan sebaiknya masyarakat tidak menilai dari hanya pelarangan mengemudi perempuan saja, namun juga aspek-aspek lainna. Terkait mengemudi, Al-Jubeir menyatakan bahwa dirinya ingin agar para wanita bersabar karena hal ini akan memerlukan waktu sehingga sebaiknya kita tiak terlalu berharap untuk terburu-buru. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Demo Donald Trump Berakhir Rusuh

Demo Donald Trump Berakhir Rusuh

Washington – Suasana paradoks mewarnai upacara inagurasi Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump. Keadaan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis