Home > Ragam Berita > Nasional > Ahok : “Ngapain ke Kalijodo ? Lo Mau Nonton Film Kung Fu”

Ahok : “Ngapain ke Kalijodo ? Lo Mau Nonton Film Kung Fu”

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memutuskan untuk tidak terjun langsung menemui warga Kalijodo. Ahok meminta kepada Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian, untuk mewakili dirinya bertatap muka secara langsung dalam acara dialog dengan warga Kalijodo, terkait rencana penggusuran kawasan lokalisasi tersebut.
Ahok : "Ngapain ke Kalijodo ? Lo Mau Nonton Film Kung Fu"
Ahok memang memilih untuk tetap berada di Balai Kota dan mengerjakan tugasnya yang lain ketimbang menghadiri pertemuan itu. Ia menilai bahwa kehadirannya di sana hanya akan memicu kericuhan.

“Ngapain ke Kalijodo? Lo mau nonton film Kung Fu,” tutur Ahok seraya tertawa di Balai Kota, Jakarta, Senin (15/2/2016).

Selain Kapolda, sosok lain yang cukup menyita perhatian dalam acara dialog tersebut adalah musisi Ahmad Dhani. Bos Republik Cinta Management ini hadir dalam kapasitasnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketika dimintai komentarnya tentang kehadiran Dhani di Kalijodo, Ahok hanya menanggapi dengan santai.

“Enggak apa-apalah, Ahmad Dhani mah gampanglah. Yang penting Nikita Mirzani dukung gua daripada dia, gitu aja,” canda Ahok. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Sering Terjadi Kecelakaan, Anggota DPR Minta PT KAI Mendata Ulang Lintasan Tanpa Palang

Sering Terjadi Kecelakaan, Anggota DPR Minta PT KAI Mendata Ulang Lintasan Tanpa Palang

Jakarta – Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) diminta untuk mendata ulang seluruh ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis