Home > Ragam Berita > Nasional > Terbukti Cabul, Oknum Brimob Dijatuhi Hukuman Penjara 10 Tahun Lebih

Terbukti Cabul, Oknum Brimob Dijatuhi Hukuman Penjara 10 Tahun Lebih

Ternate – Ulah oknum Brimob dari jajaran Polda Maluku Utara ini sungguh tak layak ditiru. Sebagai seorang penegak hukum, bukannya melindungi dan melayani masyarakat, Bripda Nifran justru terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman setelah mencabuli anak di bawah umur.

Terbukti Cabul, Oknum Brimob Dijatuhi Hukuman Penjara 10 Tahun Lebih

(Foto: Ilustrasi)

Berdasar informasi yang dihimpun tim Harian Indo, Rabu (17/2/2016), Bripda Nifran dijatuhi hukuman penjara 10,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Ternate, serta dikenai denda senilai Rp. 1,6 miliar subsideir selama 6 bulan kurungan penjara.

“Kami jatuhkan hukuman 10,5 tahun penjara dan denda Rp. 1,6 miliar sibsideir 6 bulan kurungan,” ungkap Ketua Majelis Esther Siregar dalam sidang putusan yang digelar Selasa (16/2) kemarin.

Terdakma Bripda Nifran dijatuhi hukuman sebagaimana diatur dalam Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Junto, dan Pasal 82 Ayat 1 dan 2 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 64 KUHP.


Baca juga:

Jokowi Ingin Bertemu dan Beri Dukungan untuk Joey Alexander

Ternyata Inilah Alasan Ahok Tak Mau Injakkan Kaki ke Kalijodo

Vonis hakim sendiri lebih ringat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang awalnya menuntut terdakwa dengan hukuman 14 tahun kurungan penjara ditambah dengan denda yang sama. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Kekhawatiran DPR Terkait dengan BUMN

Inilah Kekhawatiran DPR Terkait dengan BUMN

Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir mengungkapkan khawatiran keluarnya aturan terbaru ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis