Home > Hiburan > Gosip > Risty Tagor Mendesak Stuart Minta Maaf Pada Ibunya

Risty Tagor Mendesak Stuart Minta Maaf Pada Ibunya

Jakarta – Kisruh yang mewarnai sidang perceraian Risty Tagor dan Stuart Collin masih belum berakhir. Bahkan masalah rumah tangga pasangan yang menikah pada 19 April 2015 lalu ini makin rumit dan tidak menemui titik temu.

Risty Tagor Mendesak Stuart Minta Maaf Pada Ibunya

Berdasar pantauan tim Harian Indo, Sabtu (20/2/2016), sidang perceraian Risty dan Stuart makin runyam setelah makin banyak pihak yang ikut campur, salah satunya adalah ibunda Risty Tagor. Tjut Mutia tampaknya merasa sangat tersakiti oleh ulah menantunya, sebab ia merasa Stuart dan pengacaranya telah melempar fitnah terhadap dirinya.

Risty Tagor merasa fitnah yang dilontarkan Stuart sudah di luar batas dan meminta pihak Stuart agar meminta maaf kepada ibunya, karena ibu dua anak ini merasa ibundanya menjadi pihak yang paling tersakiti oleh tudingan Stuart dan pengacaranya.

“Pengacara Stuart selama ini memfitnah mama saya di hadapan media. Saya harap dia segera minta maaf ke mama saya,” ujar RIsty.


Baca juga:

Finalis Asal Sulawesi Utara Rebut Mahkota Puteri Indonesia 2016

Resmi, Anindya Kusuma Putri Digantikan oleh Kezia Roslin Cikita Warouw

Menurut Risty, selama ini pihak Stu dan pengacaranya selalu memutar balikkan fakta dengan memberi pernyataan berbeda di hadapan media, bahkan menyebut ibunda Risty Tagor materialistis. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Ridho Rhoma Diamankan Polisi Terkait Narkoba

Ridho Rhoma Diamankan Polisi Terkait Narkoba

Jakarta – Penyanyi Ridho Rhoma dikabarkan diamankan oleh polisi terkait kasus narkoba. Hal ini dibenarkan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis