Home > Hiburan > Gosip > Menurut Keterangan Mucikari, Tarif Booking Hesty Klepek Klepek Capai Rp 100 Juta

Menurut Keterangan Mucikari, Tarif Booking Hesty Klepek Klepek Capai Rp 100 Juta

Jakarta – Pedangdut Hesty Klepek Klepek sempat ditangkap oleh petugas dari Polda Lampung karena terlibat dengan kasus prostitusi atau perdagangan manusia. Bersama Hesty, ditangkap juga seorang mucikari berinisial HS.

Dari penyelidikan polisi, Hesty dan HS pun mengungkapkan sejumlah fakta terbaru terkait bisnis esek-esek ini.
Menurut Keterangan Mucikari, Tarif Booking Hesty Klepek Klepek Capai Rp 100 Juta
“Berdasarkan keterangan muncikari HS yang kita tangkap bersama Hesty, pelanggan Hesty berasal dari kalangan pengusaha,” terang Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKP Ferdyan Indra Fahmi, Jumat (19/2/2016) malam.

Ferdyan mengungkapkan lagi bahwa berdasarkan pengakuan HS, Hesty mematok harga yang cukup fantastis bagi pria hidung belang yang ingin membookingnya. Harga tersebut berkisar di angka Rp 100 jutaan.

“Menurut keterangan sang muncikari, HS yang kini jadi tersangka human trafficking, tarif Hesty cukup bervariasi dan cukup tinggi. Nilainya hampir mendekati Rp 100 Juta. Kita masih dalami dari uang yang didapat itu berapa keuntungan yang diraup oleh HS selaku mucikarinya,” lanjut Ferdyan.

Ferdyan menerangkan lagi bahwa Hesty mendapatkan status sebagai korban dan saksi dalam kasus ini. Pedangdut cantik itu masih terus menjalani pemeriksaan secara intensif.

“Yang bersangkutan masih terus kami mintai keterangannya. Dan saat ini status Hesty masih sebagai saksi Korban. Kita masih terus dalami berapa yang diterima Hesty dan berapa yang diterima sang muncikari. Tapi yang jelas dari angka tersebut Hesty tidak lantas menerima 100 persen,” pungkas Ferdyan. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Terkait Pelantikan Gubernur Baru, Iwan Fals : Selamat Menuai Kritik

Terkait Pelantikan Gubernur Baru, Iwan Fals : Selamat Menuai Kritik

Jakarta – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ...