Home > Ragam Berita > Nasional > KPAI Minta Agar Identitas DS Korban Saipul Jamil Tetap Dirahasiakan

KPAI Minta Agar Identitas DS Korban Saipul Jamil Tetap Dirahasiakan

Jakarta – Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda, menuturkan bahwa setelah melaporkan Saipul Jamil dengan tuduhan perbuatan pencabulan, remaja DS malah mendapatkan reaksi negatif dna intimidatif dari netizen di dunia maya dan media sosial.
KPAI Minta Agar Identitas DS Korban Saipul Jamil Tetap Dirahasiakan
“DS mendapatkan tekanan, intimidasi, dan hal-hal yang buruk dari orang-orang, yang tidak bertanggung jawab dari media sosial,” terang Erlinda kepada awak media di Mapolsek Kelapa Gading, Sabtu (20/2/2016).

Mengingat usia DS yang maish 17 tahun, Erlinda menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengolok-olok, mencibir, dan menyudutkan remaja tersebut. Pasalnya, hak semacam itu bisa menumbuhkan stigma negatif terhadap diri DS ke depannya.

“Jadi saya ingin minta stop mem-bully. Jangan menghujat, dan akhirnya membuat stigma buruk berkembang,” lanjut Erlinda.

Erlinda pun meminta polisi untuk merahasiakan identitas DS yang sebenarnya dari sorotan publik. Ia pun meminta agar masyarakat tidak mencari tahu siapa sebenarnya DS tersebut, yang kemudian bisa menimbulkan teori dan spekulasi bermuatan fitnah.

“Kami mohon jangan cari tahu tentang korban. Bagaimana dia sekolah, keluarga,” tandas Erlinda. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Sandiaga Menerima Jika Memang Warga DKI Tidak Menghendakinya Memimpin

Sandiaga Menerima Jika Memang Warga DKI Tidak Menghendakinya Memimpin

Jakarta – Apapun hasil dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua, Calon wakil gubernur DKI ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis