Home > Ragam Berita > Nasional > Polda Metro Jaya Menetapkan Daeng Azis Sebagai Tersangka

Polda Metro Jaya Menetapkan Daeng Azis Sebagai Tersangka

Jakarta – Kawasan Kalijodo tampaknya tak hanya ditertibkan, namun saat ini juga sudah ditetapkan beberapa tersangka oleh pihak kepolisian. Salah satu bos di Kawasan merah itu yang bernama Daeng Azis, telah ditetapkan menjadi tersangka atas permudahan perbuatan cabul, dan hal ini merupakan hasil pengembangan setelah sebelumnya menetapkan Daeng Nakku juga sebagai tersangka.

Polda Metro Jaya Menetapkan Daeng Azis Sebagai Tersangka

Seperti saat berbicara dengan wartawan, Senin (22/2/20160, Direktur Reserese Kriminam Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, mengatakan bahwa pihak polisi akan memanggil Daeng Azis sebagai tersangka. Azis ini diketahui sebagai penyedia atau penyuplai berbagai minuman keras dan kondom. Sedangkan Daeng Nakku yang sebelumnya sudah dipanggil merupakan penyedia PSK dan kamar.

Seperti yang kita ketahui, pada hari Minggu polisi berhasil menjaring Daeng Nakku atas laporan dari seorang PSK, dan dari situ diketahui bahwa jika PSK di kafenya tak mau melayani para pengunjung, maka akan diintimidasi. Oleh karena itu tersangka pun terancam dengan pasa 296 KUHO dan 506 KUHP terkait dengan perbuatan yang memudahkan cabul dengan orang lain ataupun sebagai germo yang mendapatkan untung atas transaksi pelacuran. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Anies Baswedan Sambangi Korban Bom Kampung Melayu di RS Premier

Anies Baswedan Sambangi Korban Bom Kampung Melayu di RS Premier

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan menyambangi Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis