Home > Hiburan > Gosip > Ernest Prakasa Berikan Tanggapan Soal Bully Fans Kpop Terhadap Uus

Ernest Prakasa Berikan Tanggapan Soal Bully Fans Kpop Terhadap Uus

Jakarta – Uus meruapakn salah satu komedian anyar yang dikenal sebagai sosok yang sinis dengan hal yang berbau K-Pop. Tak jarang beberapa pernyataannya terkait dengan demam korea yang melanda di Indonesia sdikit kontroversial dan hal itulah yang membuat dirinya ramai dibuly di media sosial.

Ernest Prakasa Berikan Tanggapan Soal Bully Fans Kpop Terhadap Uus

berdasarkan pantauan tim harianindo pada akun medsos twiter Uus, Selasa (1/3/2016), terdapat beberap atweet yang cukup kontrversial, diantaranya adalah “Mending lihat cewek pakai baju sexy di tempat dugem sambil mabuk-mabuk daripada lihat cewek hijab di konser Korea sambil nangis-nangis.”

Selain itu ada juga tweetnya yang berisi ” Siwon homo atau kagak juga gua mah gatau, kalau GD narkoba sama Seungri bikin video bok*p gua tahu.”

Atas ramainya para komentar terkait perkataan dari Uus itu, komedian lainnya yang bernama Ernest Prakasa tampak mencoba untuk mendinginkan situasi. Pada akun twitternya jugam Ernest menuliskan “Gua rasa ABG demam K=Pop itu wajar. Kayak dulu gua demam Greenday & Oasis. Fase kehidupan aja :))”.

Selain Ernest, terdapat komedian ternama lain seperti Raditya Dika yang turut memberikan pernyataan terkait demam kpop yang melanda di negara tercinta ini. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Gara-Gara Video Ini, Ayu Ting Ting Dituding Rasis Oleh Netizen

Gara-Gara Video Ini, Ayu Ting Ting Dituding Rasis Oleh Netizen

Jakarta – Baru-baru ini, nama Ayu Ting Ting kembali menjadi perbincangan di kalangan netizen di ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis