Home > Ragam Berita > Nasional > Mengerikan, Foto Driver Gojek Dikeroyok Oleh Sopir Angkutan Umum

Mengerikan, Foto Driver Gojek Dikeroyok Oleh Sopir Angkutan Umum

Jakarta – Keributan kembali mewarnai unjuk rasa. Saat itu, pengemudi Go-Jek yang melintas di Jalan Medan Merdeka Selatan diamuk para pendemo.
Sopir taksi dan bajaj yang sedang melakukan mogok kerja di depan kantor Balai Kota hampir saja menghakimi driver tersebut. Emosi tersebut disulut si driver Go-Jek tersebut. Sebab, dia melintas di antara para pendemo.

Mengerikan, Foto Driver Gojek Dikeroyok Oleh Sopir Angkutan Umum

Nah, mereka menganggap driver tersebut memprovokasi mereka. ”Udah tau kaya begini malah lewat, cari penyakit,” ujar Nawi, 45, sopir taksi yang ikut aksi tersebut, pada Senin (14/3/2016).

Saat itu, pengemudi ojek online tersebut sedang membawa penumpang perempuan bersaama anaknya. Alhasil, massa pun sempat meredam emosi. Mereka meminta driver itu putar balik. ”Untung bawa anak, kalau tidak udah pada emosi kali,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa polisi langsung melindungi pengemudi tersebut. penumpang perempuan diangkut pun tampak menangis. Dia ketakutan karena melihat banyak massa.

Hingga kini, Jalan Medan Merdeka Selatan arah Stasiun Gambir ditutup massa. Para pengemudi taksi dan bajaj pun terus membajiri jalanan tersebut. Massa meminta Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama keluar untuk bertemu mereka. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Rois Syuriah MWCNU Tamansari Bimbing Seorang Pria Memeluk Islam

Rois Syuriah MWCNU Tamansari Bimbing Seorang Pria Memeluk Islam

Tasikmalaya – Pria berusia 24 tahun bernama Yusan mendatangi Masjid Nurul Iman Ciharashas yang berada ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis