Home > Hiburan > Film > Inilah Kisah di Balik Syuting Film Wa’laikumussalam Paris

Inilah Kisah di Balik Syuting Film Wa’laikumussalam Paris

Jakarta – Velove Vexia kembali muncul di layar lebar. Kini dia bakal memainkan film bergenre komedi religi. Judulnya adalah Wa’laikumussalam Paris. Film tersebut diproduksi produksi Maxima Pictures.

Inilah Kisah di Balik Syuting Film Wa'laikumussalam Paris

Nah, film yang disutradari Benni Setiawan tersebut memang mengambil latar belakang Paris selama tiga minggu. Film komedi tersebut telah dirilis pada 17 Maret 2016.

Kali ini, Velove berperan sebagai Itje. Dia pun bakal beradu akting dengan Nino Fernandez sebagai Clement. Dalam film, Velove diceritakan sebagai gadis miskin yang menikah dengan Clement yang mengaku sebagai pengusaha.

”Kalau chemistry, kami mudah dapat. Sebab, kami sering ketemu dan ngobrol. Di kota kecil tersebut, aku memang selalu berdua dengan Nino. Nah, chemistry lama-lama pun muncul,” kata anak OC Kaligis itu di Epicentrum pada Kamis (17/3/2016).

Selain itu, keseluruhan film yang syutingnya di Kota Mode itu juga mengambil tempat di perkebunan Anggur. Ya, dalam cerita, Nino yang mengaku sebagai pengusaha ternyata adalah seorang tukang kebun anggur.

”Saya jadi orang Prancis, tapi enggak bisa bahasa Prancis. Di sana, cuaca sejuk dan dingin. Itu pun jauh dari peradaban dan bisa fokus syuting,” kata Nino. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Dakota Johnson Tidak Suka Melihat Artis Pakai Bra dan Underwear Saat Adegan Bercinta

Dakota Johnson Tidak Suka Melihat Artis Pakai Bra dan Underwear Saat Adegan Bercinta

Jakarta – Nama aktris Dakota Johnson mulai melambung usai tampil di film drama erotis ‘Fifty ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis