Home > Ragam Berita > Nasional > Luhut Warning La Nyalla : Pemuda Pancasila Jangan Macam-macam

Luhut Warning La Nyalla : Pemuda Pancasila Jangan Macam-macam

Jakarta – La Nyalla Mattalitti memang sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan dana hibah Kadin Jatim. Atas penetapan dari bapak tiga anak itu menjadi tersangka, maka Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan memiinta agar organisasi yang dipimpinnya Pemuda Pancasila tidak berbuat aneh-aneh.

Luhut Warning La Nyalla : Pemuda Pancasila Jangan Macam-macam

Seperti saat berbicara di Kampus ITB, Bandung Jumat (18/3/2016), Luhut mengatakan bahwa pada kemarin, dirinya memberi tahu La Nyalla agar Pemuda Pancasila jangan sampai macam-macam. Luhut menambahkan bahwa demo boleh tapi di tempat-tempat yang sudah disediakan dan jangan sampai berbuat anarkis.

Luhut pun menyatakan abhwa pemerintah menghargai hak warga untuk berdemo asalkan masyarakat bisa disiplin, misalnya demo merusak kantor itu meruapakn hal yang tak diperkenankan dan akan ditindak sesuai peraturan yang ada. Luhut pun menegaskan bahwa negara ini tidak diatur dengan berbagai cara premanisme.

Seperti yang kita tahu, Kejaksaan Tinggi Jatim sudah menetapkan La Nyalla menjadi tersangka kasus dana hibah Kadin Jawa Timur pada tahun 2012 silam. Usai putusan itu keluar, para anggota masa dari Pemuda Pancasila pun melakukan demo. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Dilaporkan Sejumlah Pihak, Habib Rizieq Ajak Dialog Secara Kekeluargaan

Dilaporkan Sejumlah Pihak, Habib Rizieq Ajak Dialog Secara Kekeluargaan

Jakarta – Permasalahan hukum yang tengah membelit Pimpinan Forum Pembela Islam (FPI) Rizieq‎ Syihab diharapkan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis