Home > Ragam Berita > Nasional > Sudirman Said Belum Mau Bocorkan Besaran Penurunan Harga BBM

Sudirman Said Belum Mau Bocorkan Besaran Penurunan Harga BBM

Jakarta – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) rencananya bakal diturunkan per April ini. Menteri ESDM Sudirman Said pun belum menginformasikan angkanya.

Sudirman Said Belum Mau Bocorkan Besaran Penurunan Harga BBM

Dia menjekaskan, masyarakat diminta untuk menanti sejenak. ”Untuk penyesuaian harga BBM, bersabarlah. Kami akan umumkan sebentar lagi. Saat ini, kami masih mencari formula agar harga BBM bisa terjaga,” katanya di Jakarta pada Senin (28/3/2016).

Muncul prediksi bahwa harga BBM bakal diturunkan Rp 200 per liter. namun, Sudirman hanya menjawabnya dengan senyuman. Kemudian, dia malah menerangkan bahwa dirinya sedang sibuk menyusun formulasi penghitungan harga BBM yang lebih kondusif. ”Artinya, harga BBM tidak akan naik atau turun yang berlebihan. Dengan begitu, ada kestabilan harga,” papar Sudirman.

Terkait dengan penentuan harga BBM, mantan Direktur Utama PT Pindad (Persero) tersebut memang sedang menghitung dengan cermat. Sebab, pemerintah sadar, penurunan harga BBM tidak bisa menurunkan harga barang. Namun, ketika harga BBM ditetapkan naik, harga barang bakal mengikuti.

”Yang terkena imbasnya tentu saja rakyat.
Karena itu, kami akan tetapkan formulasi yang benar-benar bisa menjaga stabilitas harga BBM,” ungkapnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Ditemukan Genteng Berlogo Palu Arit di Lumajang, Ini Penjelasan Polisi

Ditemukan Genteng Berlogo Palu Arit di Lumajang, Ini Penjelasan Polisi

Lumajang – Dua orang warga menemukan sekitar 300-an genteng berlogo palu arit di Dusun Krajan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis