Home > Ragam Berita > Nasional > Inilah Tanggapan Habiburokhman tentang Kepemimpinan Ahok di Jakarta

Inilah Tanggapan Habiburokhman tentang Kepemimpinan Ahok di Jakarta

Jakarta – Habiburokhman mulai melemparkan kritik terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Dia menilai orang nomor satu tersebut tidak bisa memimpin ibu kota.

Inilah Tanggapan Habiburokhman tentang Kepemimpinan Ahok di Jakarta

”Selama hampir lima tahun memimpin DKI, dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami yakin Jakarta bakal jauh lebih baik jika tidak lagi dipimpin Ahok,” katanya di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016).

Menurut dia, mayoritas kebijakan Ahok nyaris tidak mewakili masyarakat Jakarta dari kalangan bawah. Karena itu, pihaknya mendeklarasi Tim Advokasi Jakarta Bergerak.

“Kami ingin mendorong kematangan dalam berdemokrasi. Terutama dalam pilgub. Preferensi politik boleh beda, tapi semua tindakan politik harus senantiasa dalam koridor hukum. Tidak ada diskriminasi rasial dan etnik. Selain itu, jangan memfitnah orang lain secara rasis untuk menaikkan popularitas sebagai pihak yang dizalimi,” tuturnya.

Sementara itu, dalam deklarasi tersebut, ada 213 advokat yang bergabung. Di antaranya, Inge Airawatie, Krisna Murti, Habiburokhman, Gus Joy, Hisar Tambunan, Rudolf, Suhardi Soemomoelyono, Ramdhan Alamsyah, Muhamad lchsan, Jamal Yamani, Agustyar, Krist lbnu, Ali Akbar, dan Reno lskandarsyah. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Tak Sabar Menunggu Putusan Pengadilan, FUI Desak Jokowi Copot Ahok

Tak Sabar Menunggu Putusan Pengadilan, FUI Desak Jokowi Copot Ahok

Jakarta – Akan digelar sebuah aksi guna menuntut terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis