Home > Ragam Berita > Nasional > Petisi Pecat Dubes Yusron Telah Ditanda Tangani Puluhan Ribu Orang

Petisi Pecat Dubes Yusron Telah Ditanda Tangani Puluhan Ribu Orang

Jakarta – Yusron Ihza Mahendra memang saat ini sudah termasuk salah satu sosok yang cukup populer di media, yang mana hal tersebut dikarenakan celotehannya di akun twitternya yang menyindir Ahok dan dianggap banyak pihak berbau rasis dan SARA. Tweet yang dituliskan tanggal 28 Maret kemarin itu tampaknya juga akan berbuntut cukup panjang karena banyak yang melakukan protes keras dengan Duta Besar Indonesia untuk Jepang itu.

Petisi Pecat Dubes Yusron Telah Ditanda Tangani Puluhan Ribu Orang

Seperti pantauan tim harianind pada laman change.org sampai hari ini, Selasa (5/4/2016), terdapat dua petisi yang meminta agar Menlu Retno Marsudi dapat memecat Yusron dan sampai saat ini petisi tersebut terlihat memiliki pengikut sebanyak 40.000 orang untuk petisi pertama yang dipelopori Adrian Zmith.

Untuk petisi kedua yang dituliskan ileh A. Setiawan Abadi, telah mendapatkan dukungan 6.780 orang dan pada petisi dari Setiawan ini meminta kepada bapak Presiden Indonesia Joko Widodo agar memberhentikan Dubes Yusron karena sudah dianggap berbahaya demi persatuan Indonesia. Setiawan pun menambahkan bahwa dubes ini merupakan pejabat tinggi negara yang mana diangkat oleh predisen selaku kepala negara berdasarkan Pancasila. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

FPI Desak Polisi Untuk Tindak Tegas Para Pelaku Hubungan Sesama Jenis

FPI Desak Polisi Untuk Tindak Tegas Para Pelaku Hubungan Sesama Jenis

Jakarta – Pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Utara, baru saja menggerebek pesta seks gay yang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis