Home > Ragam Berita > Internasional > Kesepakatan Nuklir Dibuat Negara Barat, Iran Anggap Bertolak Belakang dengan Revolusi

Kesepakatan Nuklir Dibuat Negara Barat, Iran Anggap Bertolak Belakang dengan Revolusi

Teheran – Beberapa waktu lalu, kesepakatan kesepakatan nuklir telah dibuat dibuat negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Namun, Iran menentangnya.

Kesepakatan Nuklir Dibuat Negara Barat, Iran Anggap Bertolak Belakang dengan Revolusi

Pernyataan tersebut diperkuat pejabat elit Pasukan Revolusi Iran. Dia adalah Jenderal Mohammad Ali Jafari. Dia menjelasakan, perjanjian keamanan nuklir itu adalah wujud dari pemikiran sempit dan penghinaan atas kepandaian pembuatnya.

”Kami tidak akan mengikuti kesepakatan nuklir yang dibuat negara barat. Warga Iran yang meyakini kesepakatan (nuklir yang berlaku sejak Januari 2016) itu sebagai keputusan yang tepat dan sudah benar, maka tanpa sadar orang itu sudah mengambil jalan yang bertolak belakang dengan revolusi (Iran) sekaligus mempermalukan orang-orang hebat kita,” ujarnya sebagaimana diberitakan Middle East Online pada Rabu (6/4/2016).

Menurut Jafari, ide-ide politik yang bertentangan dengan revolusi Islam tidak akan bertahan. ”Gagasan Barat memang sedang menyusup ke tengah-tengah kita. Namun, gagasan yang dibawa Amerika Serikat tidak akan bertahan lama. Kami bakal mengalahkannya dengan seluruh kekuatan para pengawal dan garda revolusi dalam negeri,” tegasnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Polisi Berhasil Menguak Identitas Penyerang Kampus Ohio

Polisi Berhasil Menguak Identitas Penyerang Kampus Ohio

Ohio – Beberapa waktu lalu, terjadi peristiwa penusukan di Ohio State University (OSU). Kini Polisi ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis