Home > Ragam Berita > Nasional > Brigjen Arman Depari Mengaku Tak Punya Anak Perempuan

Brigjen Arman Depari Mengaku Tak Punya Anak Perempuan

Jakarta – Rabu (6/4) kemarin netizen dibuat heboh dengan kabar seorang siswi di Medan, Sumatera Utara, yang membentak polwan yang menghentikan mobil yang ditumpanginga karena dinilai melanggar peraturan lalu-lintas. Hal yang lebih membuat heboh adalah ketika siswi berparas cantik ini mengancam polwan yang ingin menilangnya dan mengaku sebagai anak dari Brigjen Arman Depari, Deputi Penindakan dan Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Brigjen Arman Depari Mengaku Tak Punya Anak Perempuan

Berdasar informasi yang dihimpun tim Harian Indo, Kamis (7/4/2016), Brigjen Arman Depari sendiri langsung mengkonfirmasi kabar tersebut dan memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak memiliki anak perempuan.

“Saya klarifikasi bahwa saya tidak punya anak perempuan, anak saya tiga laki-laki semua, mereka ada di Jakarta,” ungkap Arman Depari.

Seperti yang heboh diberitakan sebelumnya, seorang siswi di Medan mengaku sebagai anak jenderal saat beberapa polisi menghentikan mobil yang ditumpangi karena dinilai melanggar peraturan lalu lintas saat ikut serta dalam konvoi pelajar SMA setelah Ujian Nasional rampung digelar.

Sementara itu pihak Polresta Kota Medan dikabarkan tengah mengusut keberadaan siswi perempuan tersebut untuk dipanggil ke kantor polisi untuk diberi peringatan. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Teroris Bom Kampung Melayu Menganggap Polisi Sebagai Kafir Harbi

Teroris Bom Kampung Melayu Menganggap Polisi Sebagai Kafir Harbi

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan bahwa pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis