Home > Gaya Hidup > Kesehatan > Terjadi Insiden, Penggunaan Injeksi Bupivacain Spinal Dihentikan Sementara

Terjadi Insiden, Penggunaan Injeksi Bupivacain Spinal Dihentikan Sementara

Jakarta – Kementerian Kesehatan RI dikabarkan telah mengirim surat edaran kepada Perhimpunan Dokter Anestesi dan Tindakan Intensif (Perdatin) teerkait anjuran untuk menghentikan sementara penggunaan injeksi Bupivacain Spinal.

Terjadi Insiden, Penggunaan Injeksi Bupivacain Spinal Dihentikan Sementara

Berdasar pengamatan tim Harian Indo, Jumat (8/4/2016), surat edaran ini tidak terlepas dari terjadinya insiden pasca pemberian injeksi Bupivacain Spinal untuk operasi yang sempat membuat heboh belum lama ini.

“Bukan penarikan, tapi anjuran penghentian sementara penggunaan produk bupivacain spinal generik buatan Bernofarm,” jelas Ketua Umum Perdatin, dr Andi Wahyuni Attas, SpAn.

Pihak Perdatin sendiri telah menggelar rapat untuk menentukan langkah selanjutnya sebelum meneruskan surat edaran ke seluruh anggota, menanggapi surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI tersebut.

Sebelumnya pihak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan pengecekan terkait insiden pasca penggunaan produk Bupivacain Spinal pada pasien melahirkan. Namun BPOM belum mengumpulkan data yang cukup untuk mengambil langkah konkrit. Jadi untuk sementara hanya menganjurkan untuk menghentikan sementara penggunaan produk injeksi Bupivacain Spinal. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Awas, Bercinta Didalam Air Beresiko Terjadi Infeksi

Awas, Bercinta Didalam Air Beresiko Terjadi Infeksi

Jakarta – Untuk tetap mempertahankan keharmonisan hubungan intim diantara pasangan, pastinya perlu ada berbagai variasi ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis