Home > Ragam Berita > Nasional > Gerakan Nasional Antinarkotika Pertanyakan Sikap Polda Sulawesi Utara

Gerakan Nasional Antinarkotika Pertanyakan Sikap Polda Sulawesi Utara

Manado – Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Sulawesi Utara (Sulut) merasa menyesal. Penyesalan tersebut terkait dengan menyesalkan keputusan Polda Sulawesi Utara. Yakni melepaskan tersangka narkoba sekaligus anggota DPRD Sulut dari Partai Demokrat.

Gerakan Nasional Antinarkotika Pertanyakan Sikap Polda Sulawesi Utara

”Kami sesalkan, ini dan mempertanyakan komitmen Polda Sulut dalam memberantas narkoba di Sulut,” kata Ketua Granat Sulut Billy Yohanes di Manado pada Sabtu (9/2016).

Anggota DPRD berinisial CL ini ditangkap bersama rekan-rekannya di salah satu tempat hiburan malam di kota Manado saat dilakukan operasi oleh tim gabungan pada pekan lalu. Namun beberapa hari lalu tersangka dibebaskan, padahal pada saat rumah CL diperiksa juga ditemukan barang bukti narkoba waktu itu.

”Ini patut kami curigai, karena oknum ini latar belakang pengusaha dan termasuk orang berduit. Kenapa, kalau yang lain orang susah tetap ditahan. Ini jangan hanya alasan akan direhabilitasi,” ujar Billy.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Polda Sulut AKBP Wilson Damanik saat ditanya mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan mengenai masalah ini.

”Nanti saja ada yang akan memberikan penjelasan. Saya tidak bisa,” kata Wilson Damanik. (Tita Yanunatari – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Tanggapan Wiranto Terkait Rencana Aksi 313

Inilah Tanggapan Wiranto Terkait Rencana Aksi 313

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto ikut menanggapi rencana aksi ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis