Home > Ragam Berita > Nasional > Reklamasi Teluk Jakarta Picu Polemik di Masyarakat

Reklamasi Teluk Jakarta Picu Polemik di Masyarakat

Jakarta – Reklamasi pantai utara Jakarta membuat beberapa pihak pro dan kontra. Selain membawa masalah di bidang hukum karena ada beberapa nama yang terseret sebagai tersangka dalam kasus suap, muncul polemik yang terjadi di masyarakat tentang perlu tidaknya reklamasi.

Reklamasi Teluk Jakarta Picu Polemik di Masyarakat

Pakar Oseanografi asal Institut Pertanian Bogor (IPB) Alan Koropitan adalah salah seorang pihak yang menentang keras reklamasi 17 tersebut. Menurut Alan, reklamasi harus dihentikan karena hanya akan merusak lingkungan.

”Untuk konteks teluk Jakarta saya katakan bahwa 17 pulau ini memang tidak layak dilakukan reklamasi dan sebaiknya dihentikan, karena hanya merusak lingkungan,” ujar Alan dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/4/2016).

Selain itu, Alan memaparkan bahwa reklamasi justru nantinya akan membawa dampak buruk bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi.

”Kalau dari aspek lingkungan tidak ada sama sekali. Banjir malah akan semakin parah karena tersumbat, selain itu dari aspek sosial juga harus diperhatikan. Ada lebih dari 18 ribu nelayan yang akan telantar. Relokasi itu tidak mudah,” kata Alan.

”Sedangkan di sisi ekonomi, sejak tahun 1970, Indonesia khususnya Jakarta terus melakukan pembangunan. Seharusnya sekarang saatnya rehabilitasi. Waktunya pembersihan laut tanpa reklamasi, masyarakat kan juga butuh hiburan secara gratis,” tambah Alan. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Ketua MUI Ajak Umat Islam Berjihad Membela Palestina

Ketua MUI Ajak Umat Islam Berjihad Membela Palestina

Jakarta – Dalam Aksi Bela Palestina yang digelar pada Ahad (17/12/2017) hari ini, Ketua Umum ...