Home > Ragam Berita > Nasional > Pakar Perkotaan: Warga Pasar Ikan Ingin Sekali Bicara dengan Gubernur

Pakar Perkotaan: Warga Pasar Ikan Ingin Sekali Bicara dengan Gubernur

Jakarta – Kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, sudah ditertibkan pada Senin (11/4/2016). Saat penggusuran berlangsung, penolakan memang sempat terjadi.

Pakar Perkotaan: Warga Pasar Ikan Ingin Sekali Bicara dengan Gubernur

Pakar Perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna menjelaskan, pihaknya mendampingi warga saat penggusuran berlangsung. Dia menjelasakan, warga di sana sangat ingin bertemu Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

”Jadi begini, warga di sana itu ingin sekali bicara dengan gubernurnya. Ingin curhat (agar) tidak selalu disalah-salahin, katanya. Tadi kan saya seharian di sana,” kata Yayat kepada media Selasa (12/4/2016).

Beberapa warga memang menyampaikan keluh kesahnya kepada Yayat. Mereka heran dengan sikap Ahok yang bergeming meski mendapat penolakan dalam upaya penggusuran tersebut.

Selain itu, Yayat mengkritik kebijakan mantan Bupati Belitung Timur itu yang mengimbau warga pindah ke rumah susun. Menurut dia, meski mau pindah, mereka harus membayar uang sewa setiap bulan.

”Kehilangan rumah kan sama dengan kehilangan masa depan. Artinya, mereka harus memulai dari nol. Jadi, konsep pembangunan itu tidak hanya membikin yang kecil itu makin tergusur dan makin hilang,”katanya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Djarot Geram Dengan Wacana Akan Diterapkannya Perda Syariah di DKI

Djarot Geram Dengan Wacana Akan Diterapkannya Perda Syariah di DKI

Jakarta – Kandidat wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyebut pihaknya telah bekerja sekuat ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis