Home > Ragam Berita > Nasional > Lulung : “Kalau Saya Jadi KPK, Langsung Saya Pakein Baju Oranye”

Lulung : “Kalau Saya Jadi KPK, Langsung Saya Pakein Baju Oranye”

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang pada akhirnnya memangil Ahok untuk dimintai keterangan terkait dengan dugaan korupsi kasus pembelian lahan untuk Rumah Sakit Sumber Waras, Selasa (12/4/2016). Tentunya pemnanggilan Ahok ini pun tak luput dari komentar dari pada lawan politiknya, salah satunya adalah Abraham Lunggana atau yang popular dipanggil Haji Lulung.

Lulung : "Kalau Saya Jadi KPK, Langsung Saya Pakein Baju Oranye”

Seperti saat berbicara dengan wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Haji Lulung mengatakan bahwa pada awalnya dirinya gelap gulita terkait masalah ini dan karena sudah diperiksa 7 kali di Bareskim dan 6 kali di BPK, maka dirny apun jadi paham kasus ini. Haji Lulung menambahkan bahwa jika saja dirinya yang menjadi KPK maka Ahok hari ini akan tidak pulang dan langsung dia pakaikan baju oranye.

Haji Lulung pun menuturkan bahwa dirinya yakin jika emang adaa maladministrasi terkait dengan proses pembelian lahan untuk RS SUmber Waras ini dan salah sau buktinya adalah terlihat jika surat pembatalan pembelian lahan ini oleh Ciputra pada tanggal 11 Desember 2014, namun ada Surat Keputusan terkait penunjukan lahan RS Sumber Waras pada tanggal 10 Agustus 2014. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Sering Curhat di Medsos, Politisi PDIP Pertanyakan Sikap Kenegarawanan SBY

Sering Curhat di Medsos, Politisi PDIP Pertanyakan Sikap Kenegarawanan SBY

Jakarta – Salah seorang, Politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Charles Honoris sangat menyayangkan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis