Home > Ragam Berita > Nasional > Krishna Murti Tegaskan Tak Ada Nuansa Politik Dalam Kasus Wanita Emas

Krishna Murti Tegaskan Tak Ada Nuansa Politik Dalam Kasus Wanita Emas

Jakarta – Beberapa hari kemarin sang wanita emas Hasnaeni Moein telah dilaporkan oleh salah seorang pengusaha terkait dugaan penipuan yang sudah dilakukan oleh Moein terkait proyek pembangunan jalan. Namun, dugaan jika pelaporan ini erat hubungannya dengan politisasi tampaknya dibantah dengan tegas oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Peldo Metro Jaya, Krishna Murti.

Krishna Murti Tegaskan Tak Ada Nuansa Politik Dalam Kasus Wanita Emas

Seperti saat berbicara dengan wartawan di Jakarta, Kamis (14/4/2016), Krisha Murti mengatakan bahwa tak benar jika politisasi karnea dirinya tak tahu sebelumnya jika Hasnaeni Moein akan mendaftar sebagi cagub. Krishna mnambahkan bahwa pihaknya masih memproses dan memeriksa karena prosesnya banyak, karena jika pmeriksaan itu jika masih penyidikan ada di Kasubdit, mereka gelar perkara, kami monitor, dan dirinya adalah manajemennya.

Krishna menuturkan bahwa saat bu Hasnaeni ramai diberitakan di media, dirinya akhirnya baru sadar jika dirinya adalah Wanita Emas yang ramai di media. Pria berpawakan tegap ini menambahkan bahwa saksi ini ada tujuh, jadi Bu Hasnaeni juga sebelumnya pernah diperiksa, namun akan ada pemeriksaan tambahan. Salah satu saksi sudah meninggal dunia sehingga perlu penyidik untuk mencari jalan lain. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Seusai Diperiksa, Habib Rizieq Naik ke Mobil Komando

Seusai Diperiksa, Habib Rizieq Naik ke Mobil Komando

Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab langsung menuju ke mobil ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis