Home > Ragam Berita > Nasional > DPR Pun Turun Tangan Atasi Masalah RS Sumber Waras

DPR Pun Turun Tangan Atasi Masalah RS Sumber Waras

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat tampaknya sudah gerah dengan kasus Rumah Sakit Sumber Waras, sebab, hingga kini kasus tersebut belum mendapatkan titik penyelesaian.

DPR Pun Turun Tangan Atasi Masalah RS Sumber Waras

Pada Selasa (19/4/2016), Ketua Panitia Kerja Penegakan Hukum Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa dan anggota mendatangi Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mereka meminta hasil audit BPK selama lima tahun terakhir terkait dengan penyimpangan kementerian dan lembaga. Salah satunya adalah hasil audit BPK soal pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

”Kami ke sana (BPK) untuk meminta audit lima tahun terakhir penyimpangan yang dilakukan oleh Kementerian dan Lembaga, bukan hanya terkait Sumber Waras,” katan Desmond.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, kehadiran dari hampir semua anggota Panja ke BPK tersebut untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi yang sudah atau sedang ditangani,dan yang belum ditangani.

Hal ini menurut Desmond, perlu dilakukan sebagai bahan untuk mendorong mitra kerja, Kejaksaan Agung, KPK, dan Kepolisian agar lebih proaktif dalam menangani kasus-kasus dugaaan penyimpangan yang telah tercatat oleh BPK. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

KPK Resmi Tetapkan Komisaris PT BEP sebagai Tersangka Korupsi Proyek Jalan Papua

KPK Resmi Tetapkan Komisaris PT BEP sebagai Tersangka Korupsi Proyek Jalan Papua

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pengerjaan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis