Home > Ragam Berita > Nasional > Kritisi Kebijakan Ahok, Jendral (Purn) Prijanto : “Sudah Sepatutnya Rakyat Bergerak Menuntut Keadilan”

Kritisi Kebijakan Ahok, Jendral (Purn) Prijanto : “Sudah Sepatutnya Rakyat Bergerak Menuntut Keadilan”

Jakarta – Beberapa waktu ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kerap seenaknya melakukan penggusuran. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta (Purn) Prijanto angkat bicara

Kritisi Kebijakan Ahok, Jendral (Purn) Prijanto : "Sudah Sepatutnya Rakyat Bergerak Menuntut Keadilan"

Menurut dia, kekuasaan dipegang rakyat. Ahok tidak bisa seenaknya melakukan penggusuran.

Selain itu, penggusuran tersebut melibatkan 400 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kini hal tersebut sudah tidak diperbolehkan lagi berdasar TAP MPR Nomor VI/MPR/2000 tentang peran TNI sebagai alat pertahanan negara.

”Sudah sepatutnya rakyat bergerak menuntut keadilan,” kata Prijanto di Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat malam (22/4/2016) malam.

Lebih jauh, mantan Wakil Gubernur Fauzi Bowo tersebut menjelaskan, pada kerusuhan 1998, rakyat bergerak dan tanda-tanda kerusuhan pun tampak. Saat itu, TNI mulai mengikuti rakyat. Sebab, TNI itu sehati dan dekat dengan rakyat.

”Kalau enggak ada perlindungan (dari negara), rakyat gerak saja. Tahun 98 itu TNI akhirnya ikut rakyat. Karena mau bagaimana pun, rakyat itu adalah pemegang kekuasaan,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Novel Baswedan Bantah Kesaksian yang Diberikan Miryam Dalam Sidang

Novel Baswedan Bantah Kesaksian yang Diberikan Miryam Dalam Sidang

Jakarta – Penyidik Komisi Pemverantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membantah kesaksian mantan anggota Komisi II ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis