Home > Ragam Berita > Nasional > Dr Farhat spKK Ungkap Kejanggalan Pemeriksaan Lab dan Visum Pada Kasus JIS

Dr Farhat spKK Ungkap Kejanggalan Pemeriksaan Lab dan Visum Pada Kasus JIS

Jakarta – Kasus JIS yang disebut banyak memiliki kejanggalan ternyata memancing Dr Farhat spKK untuk menuliskan ulasannya berdasar kacamata seorang dokter. Pria yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala SMF ilmu kesehatan kulit dan kelamin RSUD Bangkalan ini menuliskan “kecurigaannya” di akun FB miliknya, Senin (25/04/2016).

Dr Farhat spKK Ungkap Kejanggalan Pemeriksaan Lab dan Visum Pada Kasus JIS

Berikut adalah analisa kejanggalan pemeriksaan Lab dan Visum pada kasus JIS seperti yang dipaparkan oleh Dr Farhat Surya Ningrat spKK

Mencoba menganalisa karena ini merupakan bidang saya ada fakta-fakta menarik pada kasus yg disebut: krimininalisasi kasus JIS

Berikut berbagai fakta yang ada

1. Adanya kesimpulan visum tgl 24 maret 2014 yang menyatakan bahwa “tidak ditemukan luka pada lubang pelepas tidak menyingkirkan kemungkinan peristiwa yg diceritakan korban”

2. Hasil lab tgl 26 maret ditemukan “IgM HSV 2 positif”

3. Hasil anuskopi yang menunjukkan adanya nanah tanggal 26 maret

Saya mencoba menganalisa hanya dari segi medis berdasar fakta fakta yang saya dapat dari sosial media

Dr Farhat spKK Ungkap Kejanggalan Pemeriksaan Lab dan Visum Pada Kasus JIS

Dalam pemeriksaan visum sebenarnya kewenangan dokter hanya menyampaikan apa yang dia periksa dan tidak boleh mengambil sebuah kesimpulan. Pada kasus ini kesimpulan harusnya berupa “didapatkan atau tidak tanda kekerasan benda tumpul atau tajam, tanda infeksi, tanda radang atau apa saja yang hanya sesuai dengan pemeriksaan fisik yang kita lakukan”. Bahasa-bahasa diluar itu sebaiknya tidak digunakan.

Merujuk pada pengalaman saya, suatu hari ada pihak berwajib datang kepada saya meminta keterangan tersangka kasus bandar togel yang menderita MH atau kusta yang telah menderita disabilitas. Pihak berwajib meminta saya menulis TSK bisa beraktifitas secara normal, dengan penjelasan memadai saya tolak karena itu bukan ranah dokter. Dipaksa berkali2 saya tetap tidak mau. Inilah pelajaran buat kita seorang dokter. Seorang dokter harus mengetahui batasan-batasan dalam pekerjaannya

Analisa kedua mengenai Ig M HSV 2 positif dan Ig G negatif. Ada beberapa kemungkinan dengan hasil tersebut

1. Pasien menderita episode primer herpes simplek yang harusnya ditandai dengan gejala-gejala klinis ruam vesikel dan rasa perih di sekitar lokasi terutama di anal dan atau oral pada kasus yang jarang

2. Pasien terinfeksi HSV gejala sub klinis atau asimtomatik.

3. Infeksi herpes dalam fase awal atau terinfeksi virus herpes lain

Jelas sekali adanya kadar Ig M anti HSV yang positif tidak memastikan suatu infeksi HsV ada parameter klinis dan pemeriksaan lab lanjutan untuk memastikan

Dan untuk memastikan apakah infeksi HSV akibat kontak seksual harus dilakukan pemeriksaan pada tersangka dan dicocokkan dengan korban apakah strainvirusnya sama

Analisa berikutnya tentang anuskopi yang tampak tanda-tanda perdarahan. Hasil ini tidak memberikan kaitan apa-apa. Perdarahan seharusnya dilanjutkan dengan pemeriksaan mikrobiologi dan kultur untuk memastikan penyebabnya pada korban dan tersangka

Tampak bermaksud untuk mencampuri proses hukum tapi hanya untuk menambah pengetahuan dan menjadi pengingat diri dan teman sejawat lain bahwa menurut kita ada hal mungkin hanya remeh temeh tapi menurut orang hal yang kita lakukan berdampak luas dan menimbulkan penderitaan. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Gerindra Masih Menunggu Jawaban Prabowo Terkait Pilpres

Gerindra Masih Menunggu Jawaban Prabowo Terkait Pilpres

Jakarta – Partai Gerindra rencananya akan mencalonkan sang Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden ...