Home > Ragam Berita > Nasional > Diciduk Polisi, Pecandu Ini Akui Tanam Ganja untuk Dikonsumsi

Diciduk Polisi, Pecandu Ini Akui Tanam Ganja untuk Dikonsumsi

Jakarta – Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat menciduk Derrick, 37. Tersangka diringkus lantaran menanam ganja di dalam apartemennya. Caranya, dia memakai sinar ultraviolet.

Diciduk Polisi, Pecandu Ini Akui Tanam Ganja untuk Dikonsumsi

Saat diciduk, tersangka menjelaskan bahwa ganja tersebut ditanam sejak 6 bulan lalu. Kini, narkoba tersebut siap dipanen dan dikonsumsi sendiri.

”Dia ngaku itu dipakai sendiri, tapi masih kami selidiki,” kata Kasatnarkoba Polres Jakbar AKBP Afrizal pada Rabu malam (27/4/2016).

Selain menangkap Derrick, polisi juga memasukkan tersangka SN ke dalam daftar pencarian orang (DPO). SN ini diketahui sebagai orang yang memberikan bibit ganja kepada Derrick.

Sejauh ini, Derrick mengaku seorang diri dalam mengurusi kebun ganjanya, namun pihak kepolisian masih menyelidiki apakah ada pihak lain yang terlibat.
Selain menangkap Derrick, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 2,5 kg ganja kering dari dalam apartemen tersangka.

Polisi juga membawa 6 pot besar pohon ganja siap panen, 7 pot besar pohon ganja muda, dan 15 pot pohon ganja kecil.

Derrick nantinya akan dijerat pasal 114 ayat 2 sub pasal 113 ayat 2 sub pasal 111 ayat 2 UU No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Tiga Orang Ditangkap Densus 88, Diduga Terkait Bom Kampung Melayu

Tiga Orang Ditangkap Densus 88, Diduga Terkait Bom Kampung Melayu

Jakarta – Aparat dari Densus 88 menangkap tiga orang dari tempat berbeda yang diduga ada ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis